POJOKSULSEL, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros (Pemkab Maros) memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana pada tahun 2023.
Penguatan kesiapsiagaan Pemkab Maros diawali dengan pelaksanaan apel kesiapsiagaan di Lapangan Palantikang, Kantor Bupati Maros, Sabtu (9/12/2023).
Bupati Maros Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari, memimpin apel kesiapsiagaan Pemkab Maros. kelengkapan sinergitas antara semua stakeholder yang terlibat dicek.
"Dalam apel tersebut, berbagai instansi dan lembaga terlibat aktif, menciptakan kolaborasi yang solid untuk menghadapi kemungkinan dampak dari risiko bencana," kata Chaidir Syam.
Baca Juga: Nonton Konser Dewa 19 di Adira Festival 2023 Makassar, Gratis
Prajurit Kodim 1422, anggota Polres Maros, Satpol PP, Damkar, Bidang Perhubungan PUTRPP, PMI Maros, Tagana Pramuka Peduli, serta Satga BPBD Maros turut serta dengan peralatan dan perlengkapan lengkap.
Tak hanya itu, keterlibatan pihak lain juga sangat signifikan. Lima orang dari Dinas Kesehatan ikut serta, bersama Baznas Siaga Bencana, Manggala Agni, Pengcab IOF Maros, dan SAR Gabungan Maros.
"Kehadiran mereka memberikan dimensi lebih pada upaya kesiapsiagaan, mengingat aspek kesehatan, penanggulangan bencana, serta organisasi sosial turut diperhitungkan," ujar Chaidir Syam.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa semua elemen terlibat telah memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menghadapi bencana.
Baca Juga: Ikuti Rakornas, Bupati Indah Komitmen Buka Peluang untuk Investor
Chaidir Syam menjelaskan, sinergitas antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi risiko dan dampak yang mungkin timbul akibat bencana yang tidak dapat diprediksi.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kedisiplinan dalam menjalankan rencana kesiapsiagaan.
Dirinya menekankan perlunya percepatan respons dan koordinasi yang efektif saat menghadapi situasi darurat. Dalam konteks ini, apel kesiapsiagaan menjadi wadah untuk memastikan seluruh elemen terlibat siap dan mampu menjalankan tugasnya secara optimal.
Adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga kesehatan, badan amal, dan relawan, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Baznas Siaga Bencana, dengan perannya, memberikan dorongan ekstra dalam rangka membantu mereka yang membutuhkan ketika bencana melanda.
Pengcab IOF Maros, Maggala Agni, dan SAR Gabungan Maros juga menampilkan peran krusialnya dalam aspek evakuasi, pertolongan pertama, dan pencarian dan penyelamatan. Keberadaan mereka dalam apel kesiapsiagaan menjadi bentuk nyata dukungan bagi upaya pencegahan dan penanganan bencana di Kabupaten Maros.
Keseluruhan, apel kesiapsiagaan ini menciptakan kerangka kerja yang kuat dan terkoordinasi untuk menghadapi potensi bencana pada tahun 2023. Pemerintah dan stakeholder terlibat menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab mereka dalam melindungi masyarakat serta mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat bencana alam.
"Kesiapsiagaan yang baik adalah investasi untuk keamanan bersama, dan Kabupaten Maros dengan langkah-langkah konkretnya menunjukkan contoh positif dalam membangun ketangguhan komunitasnya," jelas Chaidir Syam.***




