POJOKSULSEL, MAROS - Anggaran perjalanan dinas Pemkab Maros dipangkas 50 persen.

Anggaran perjalanan dinas Pemkab Maros tahun 2025 setelah dipangkas 50 persen tersisa Rp15 miliar.

Pengurangan anggaran perjalanan dinas 50 persen Pemkab Maros dialihkan untuk sejumlah program prioritas.

Baca Juga: Pemkot Parepare Bersiap Sambut Bulan Ramadhan, Abdul Hayat Gani Kumpulkan Pimpinan Forkopimda

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, pemangkasan anggaran perjalanan dinas adalah upaya penghematan sesuai perintah pemerintah pusat.

Chaidir Syam mengatakan, selain anggaran perjalanan dinas, Pemkab Maros juga melakukan pengurangan pembelian alat tulis kantor (ATK).

Begitu juga dengan kegiatan seremonial akan dialihkan ke tahun berikutnya.

Baca Juga: BREAKING NEWS: UMI Kukuhkan 3 Guru Besar Perempuan Lintas Kepakaran, Ini Nama-Namanya

Pengurangan anggaran Pemkab Maros sudah dibahas bersama kepala organisasi perangkat daerah beserta para camat

"Fokus utama pemangkasan adalah perjalanan dinas, ATK, serta kegiatan seremonial yang bisa dialihkan ke tahun depan," kata Chaidir Syam dalam siaran pers.

Dirinya memastikan akan melakukan efisiensi anggaran terhadap kegiatan yang sifatnya tidak mendesak.

Baca Juga: Danny Pomanto: Selamat Datang Pemimpin Baru Kota Makassar!

Chaidir menambahkan bahwa perjalanan dinas yang memiliki urgensi tinggi, seperti undangan yang mengharuskan kehadiran langsung, tetap akan dilanjutkan.

Namun, perjalanan dinas yang dapat dilakukan secara daring melalui platform seperti Zoom tidak perlu dilakukan secara fisik.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran yang tidak perlu tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Pemkab Maros juga akan memangkas anggaran ATK yang sebelumnya mencapai Rp5 miliar dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dan mengurangi ketergantungan pada kertas.

Seminar dan rapat juga akan dilakukan lebih sering secara daring untuk menghemat biaya.

"Meski ada pemangkasan, kami pastikan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tetap berjalan, seperti program sosial dan kesehatan yang menjadi prioritas," tambah Chaidir.

Baca Juga: Pemkot Parepare dan DPRD Koordinasi Bahas Rencana Pelantikan Kepala Daerah

Pemkab Maros juga akan memanfaatkan fasilitas pemerintah daerah, seperti gedung serbaguna, untuk mengadakan acara yang memerlukan tatap muka, sehingga tidak membebani anggaran lebih.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Maros masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan terkait pengalihan anggaran untuk mendukung program-program prioritas pemerintah pusat.

Diharapkan, langkah efisiensi anggaran ini dapat membawa dampak positif dalam pengelolaan keuangan daerah dan memastikan program-program prioritas tetap berjalan dengan baik.

***