POJOKSULSEL, MAROS - Pemkab Maros resmi menaikkan insentif bagi 33 guru honorer yang bertugas di wilayah pelosok.
Kenaikan insentif puluhan guru honorer diterapkan Pemkab maros mulai pertengahan tahun ini dan menyasar guru SD serta SMP dengan jumlah siswa di bawah 50 orang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Maros, Zainuddin, mengatakan insentif guru honorer yang sebelumnya Rp600 ribu per bulan kini menjadi Rp1 juta.
Baca Juga: Kratingdaeng Gebrak Makassar, Satukan Energi Generasi Muda Lewat Kampanye Satu Energi Satu Semangat
"Kami sudah menyalurkan insentif baru. Harapannya menambah semangat guru mengajar di daerah pelosok," ujarnya.
Dari total penerima, 23 orang merupakan guru SD dan 10 orang guru SMP yang tersebar di 19 sekolah di Kecamatan Mallawa, Camba, Cenrana, Maros Baru, Simbang, dan Tompobulu.
"Meski siswa sedikit, kualitas pendidikan tidak boleh berbeda. Pemerintah hadir dengan tambahan insentif," tambahnya.
Baca Juga: Selamat! Andi Edy Manaf Pimpin ISKI Sulsel 2025–2028, Pelantikan Pengurus Pekan Depan
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dengan alokasi anggaran mencapai Rp470 miliar pada 2025.
"Sebagian anggaran digunakan untuk mendukung kebijakan nasional kenaikan gaji guru yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk tambahan insentif bagi guru pelosok," jelasnya.
Chaidir Syam berharap kebijakan ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada tenaga pendidik.
"Guru adalah ujung tombak pembangunan SDM. Dengan dukungan anggaran dan insentif, kita pastikan semua anak, baik di kota maupun pelosok, mendapat hak pendidikan yang sama," pungkasnya.
***




