POJOKSULSEL.com, MAROS - Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, menyatakan bahwa Pemkab Maros telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar dalam APBD 2025 untuk mendukung program makan gratis bagi siswa.
“Anggaran ini direncanakan untuk seluruh sekolah dasar di Maros. Namun, untuk sekolah menengah pertama, kami masih menunggu keputusan teknis lebih lanjut,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Parepare dan Unhas Jalin Kerjasama, Fokus Inovasi dan Peningkatan Ekonomi
Beberapa sekolah yang telah menerima manfaat program ini antara lain SDN 104 Inpres Makkaraeng, TK Dharma Wanita, SMPN 16 Mandai, dan SMAN 8 Maros.
"Dengan keberlanjutan program ini, Pemkab Maros berharap dapat mendukung kesehatan, gizi, dan prestasi para siswa di wilayah Kabupaten Maros," terangnya.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan program makan siang bergizi gratis sudah diterapkan di 24 sekolah di Kecamatan Mandai, dengan total 6.174 siswa.
Baca Juga: Asri Rajab Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PBSI Kabupaten Maros
Saat ini juga sudah ada dua dapur umum untuk mendukung kelancaran program ini.
Dapur umum pertama adalah Cahaya Bumi Angkasa melalui Rumah Makan Buguri, melayani 3.143 siswa.
Kemudian Satuan Pelayanan Pemenuhan Makanan Bergizi (SPPG) yang kedua berada di Mandai, Jalan Poros Kariango, yang melayani 3.031 siswa.
Baca Juga: Dua dari Sulawesi, Inilah 15 Desa Wisata Raih Penghargaan di ASEAN Tourism Award 2025
“Namun, masih ada 39 sekolah di Mandai yang belum terjangkau program ini, yang mencakup sekitar 4.380 siswa. Kami berharap dapat segera memperluas program ini ke semua sekolah, termasuk SMA dan Madrasah,” katanya.
Makanan tersebut juga masih dikemas dalam wadah plastik, meskipun standar yang seharusnya digunakan adalah wadah stainless steel, tutupnya. ***



