POJOKSULSEL, LUWU UTARA - Pemkab Luwu Utara optimistis bisa mempertahankan penghargaan kabupaten sehat. Pelaksanaan verifikasi kabupaten kota sehat akan dilaksanakan pada 9 Agustus mendatang.
Pemkab Luwu Utara sudah dua kali meraih Swasti Saba Wistara, yakni tahun 2017 dan 2019.
Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan kabupaten sehat.
"2017 dan 2019 kita sudah meraih penghargaan tertinggi," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat memimpin rapat koordinasi Tim Pembina Kabupaten Sehat di Aula Laga Ligo Kantor Bupati Luwu Utara, Sabtu (15/7/2023).
Baca juga Indah Putri Indriani Ingin Pekerja Lokal Jadi Prioritas di Job Fair Disnakertrans Pemkab Luwu Utara
Pelaksanaan penilaian kabupaten kota sehat (KKS) secara nasional dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Pada penilaian tahun ini, 9 tatanan yang akan dinilai.
Adapun 9 tatanan penilaian kabupaten sehat secara nasional adalah tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, tatanan permukiman dan fasilitas umum, tatanan satuan pendidikan dan tatanan pasar.
Penilaian kabupaten sehat lainnya, yakni tatanan pariwisata, tatanan transportasi dan tertib lalu lintas jalan, tatanan perkantoran dan perindustrian tatanan perlindungan sosial dan kesembilan adalah tatanan pencegahan dan penanganan bencana.
"Untuk mempertahankan Swasti Saba Wistara kabupaten sehat ini butuh kerja kerja kolaborasi semua OPD," kata Indah Putri Indriani.
Baca juga Mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam Dirawat di Rumah Sakit Siloam
Ia mencontohkan kolaborasi antar OPD dalam memenuhi tatanan penilaian kabupaten sehat. Misalnya pada satuan pendidikan, dinas pendidikan bisa menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan nyaman.
Indah Putri Indriani mengatakan, tujuan utama mempertahankan penghargaan kabupaten sehat, yakni dapat mencapai kondisi kabupaten untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni.
"Untuk menciptakan kondisi hidup sehat dan bersih itu harus dimulai dari diri kita masing masing," kata Indah Putri Indriani.
Karena itu, kabupaten sehat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemkab Luwu Utara, tapi juga masyarakt. Keterlibatan masyarakat sangat penting, minimal menciptakan pola hidup sehat dan bersih di rumahnya.
(***)




