POJOKSULSEL.com, MAROS - Pemkab Maros mengucurkan anggaran untuk Pemilu 2024 sebesar Rp49,6 miliar.

Anggaran untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Maros tersebut tertuang dalam Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Maros, KPU Maros, dan Bawaslu Maros.

Panandatanganna anggaran Pemilu 2024 di Kabupaten Maros itu disaksikan langsung Pj Gubernur Sulsel Penjabat Bahtiar Baharuddin di Ruang Pola kantor Bupati Maros, Rabu 4 Oktober 2023.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Surat Edaran Pedoman Ceramah Keagamaan, Larang Provokasi dan Kampanye Politik Praktis

Anggaran Pemilu 2024 di Kabupaten Maros itu dihibahkan kepada KPU Maros senilai Rp31 miliar, Bawaslu Maros sebesar Rp11,3 miliar.

Anggaran Pemilu 2024 di Kabupaten Maros juga melibatkan TNI dan Polri dari segi keamanan dengan total dana Rp7,2 miliar.

Anggaran keamanan Pemilu 2024 ini Rp1,5 miliar Kodim 1422 Maros dan Polres Maros Rp5,75 miliar.

Baca Juga: Gratis, Disnakkeswan Sulsel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi Rabies, Cuma 2 Hari, Buruan Daftar

Bupati Maros Chaidir Syam menyebutkan, Pemkab Maros telah melakukan konsolidasi dengan DPRD Maros dan TPAD.

Hal ini dilakukan sesegera mungkin mengalokasikan anggaran Pilkada 2024.

Hal itu juga sesuai dengan instruksi Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri terkait anggaran Pemilu 2024.

Baca Juga: Heboh Kalender Oktober 1582, Hilang 10 Hari, Ternyata Begini Alasannya

"Saat edaran dari Kemendagri keluar, kami langsung melakakukan aksi penyesuaian beberapa program yang berjalan. Anggaran yang kami turunkan ini sudah melalui diskusi dan pembicaraan terkait penggunaan anggaran," sebutnya.

Sementara itu, Bahtiar Baharuddin menyebutkan, Kabupaten Maros masuk dalam 15 besar dari 545 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2024 di Indonesia, dan telah melakukan penandatanganan NPHD.

Baca Juga: Resmikan Rumah Adat Pohoneang Seko, Bupati Luwu Utara: Jadi Simbol Pemersatu

"Kabupaten Maros tergolong cepat melakukan penandatanganan NPHD. Kalau tidak salah ada di nomor urut 13 dari 545 Kabupaten/kota se-Indonesia," beber Bahtiar Baharuddin.

***