POJOKSULSEL, BONE - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kabupaten Bone. Selain menggelar Ngaji Muharram, lembaga tersebut juga melaksanakan pisah sambut pimpinan dari H. Muhammad Subhan kepada H. Ahmad Yani sebagai Kepala Kantor Kemenag Bone yang baru.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Ngaji Muharram yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kemenag Bone, Kamis (18/6/2026). Momentum Muharram yang identik dengan hijrah dan perubahan dimaknai sebagai awal estafet kepemimpinan baru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Muhammad Subhan menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan seluruh jajaran selama dirinya menjalankan amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Bone.
Ia mengaku banyak mendapat pengalaman berharga selama bertugas dan berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan yang baru.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh keluarga besar Kemenag Bone. Semoga kebersamaan yang sudah terjalin tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bone yang baru, Ahmad Yani, mengajak seluruh ASN menjadikan Muharram sebagai momentum hijrah menuju perubahan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun kelembagaan.
Baca Juga: Cari Kelas Pilates di Makassar? Vasaka Hotel Tawarkan Program Mulai Rp50 Ribu
Menurutnya, transformasi pelayanan harus dimulai dari penguatan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, kekompakan, dan saling mendukung dalam menjalankan tugas.
Ahmad Yani juga meminta seluruh pegawai untuk tidak segan memberikan masukan apabila dirinya melakukan kesalahan dalam memimpin organisasi.
"Dikala saya salah langkah, mohon dinasehati. Saya terbuka dan mudah-mudahan kita bersama-sama memegang prinsip Mabbulo Sipeppa," katanya.
Filosofi Mabbulo Sipeppa yang berasal dari budaya Bugis, lanjut Ahmad Yani, mengajarkan pentingnya persatuan dan kekuatan dalam kebersamaan. Nilai tersebut akan menjadi fondasi dalam membangun Kemenag Bone yang lebih solid dan profesional.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, yang turut hadir dalam acara tersebut berharap pergantian kepemimpinan di Kemenag Bone semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya saing.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Kucurkan Rp16,5 Miliar untuk Perbaiki Tiga Irigasi di Bulukumba
"Siapapun pemimpinnya, sistem tetap berjalan sesuai aturan. Kita hanya saling membantu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Andi Asman.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid. Ia menilai pergantian pimpinan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi dan harus dimaknai sebagai energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ali Yafid mengajak seluruh ASN Kemenag Bone meninggalkan sekat-sekat yang dapat menghambat kerja sama dan fokus menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.
"Tidak ada lagi lawan hari ini, semua adalah kawan. Mari bersama-sama memajukan Kementerian Agama Kabupaten Bone agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Mengusung tema "Spirit Muharram: Transformasi ASN Kemenag Menuju Pelayanan yang Berdampak dan Profesional", kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan, tetapi juga perubahan menuju pelayanan publik yang lebih baik. ***




