POJOKSULSEL, BONE - Sebanyak enam figur telah mendaftar diri sebagai Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri Bone (IAIN Bone) periode 2026.
Diketahui, pendaftaran penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN) Bone periode 2026–2030 resmi berakhir pada tanggal 20 Januari 2026.
Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon IAIN Bone, Husain M.Si., mengatakan bahwa proses pendaftaran yang dibuka sejak 6 Januari telah berjalan lancar.
Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada 21–23 Januari 2026, diikuti dengan klarifikasi dokumen administrasi.
Hasil verifikasi akhir dan penyerahan dokumen calon kepada Rektor IAIN Bone dijadwalkan akan dilakukan pada 29 Januari mendatang.
Baca Juga: Korban Pesawat IAT ATR 42-500 Teridentifikasi, Florencia Lolita Wibisono
Enam figur yang mendaftar sebagai Bakal Calon Rektor IAIN Bone adalah:
1. Prof. Dr. Syaparuddin, S.Ag., M.Si
Prof. Syaparuddin adalah Guru Besar bidang Ekonomi Syariah.
Prof. Syaparuddin merupakan akademisi yang dikenal produktif dalam melakukan penelitian dan aktif menulis di berbagai media massa.
Dirinya menyerahkan berkas kepada panitia penjaringan di Gedung Rektorat pada Senin (12/1/2026).
Dirinya membawa visi besar terkait penguatan landskap akademik.
Ia menegaskan pentingnya mempertahankan capaian-capaian positif yang telah ditorehkan manajemen saat ini, sembari melakukan adaptasi terhadap tantangan pendidikan tinggi ke depan.
Baca Juga: Tim Voli Maros Sapu Bersih Tiga Kemenangan di Hari Pertama Pra Porprov Sulsel 2026
2. Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A.
Prof. Lukman Arake adalah Guru Besar Ilmu Fikih dan Siyasah. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Bone.
Prof. Lukman Arake mendaftar pada Kamis (15/12026). Ia membawa 7 gagasan konkret dalam menjadikan IAIN Bone sebagai kampus yang berintegritas.
Ia bertekad memperkuat posisi IAIN Bone sebagai episentrum penguatan moderasi.
Termasuk menyoroti target institusi untuk segera transformasi IAIN Bone menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
3. Prof. Dr. Ali Halidin, S.Ag., M.Pd.I.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Prof. Ali Halidin adalah pendaftar ketiga sebagai Bakal Calon Rektor IAIN Bone.
Baca Juga: Bukan Penentu, Unhas Jadikan Nilai TKA sebagai Pembanding Penerimaan Mahasiswa Baru
Ia menyerahkan berkas kepada panitia penjaringan di Gedung Rektorat pada Kamis (15/1/2026).
Prof. Ali Halidin mengusung visi menjadikan IAIN Bone sebagai World Class University.
Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Islam ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: karakter, ekoteologi, dan lingkungan.
4. Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag juga ikut dalam bursa penjaringan bakal calon rektor.
Tercatat sebagai pendaftar keempat, Rahmatunnair menyerahkan berkas kepada panitia penjaringan pada Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Gubernur Sulsel Kucurkan Rp2,5 Miliar Anggaran Operasional Pencarian ATR 42-500
Rahmatunnair secara tegas mengusung visi Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis.
Visi tersebut menjadi arah strategis untuk menjadikan IAIN Bone sebagai pusat keilmuan Islam yang tidak hanya kompetitif secara nasional, tetapi juga kuat dalam karakter, budaya, dan keberpihakan sosial.
Rahmatunnair menjabarkan visi besarnya ke dalam tujuh misi. Di antaranya mewujudkan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas berlandaskan nilai Pangadereng.
5. Prof. Dr. Sarifa Suhra, S.Ag., M.Pd.I.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Bone, Prof. Dr. Sarifa Suhra, S.Ag., M.Pd.I., tercatat sebagai bakal calon rektor kelima.
Panitia penjaringan menerima berkas pendaftaran tersebut di Gedung Rektorat pada Senin (19/1/2026).
Ia membawa visi untuk menjadikan IAIN Bone sebagai kampus yang moderat, adaptif, unggul dalam ekoteologi, berkarakter, berprestasi, dan inovatif menuju universitas berkelas dunia pada tahun 2030.
Baca Juga: Pemkot Parepare Temukan Pelanggaran Pembangunan Perumahan Mario Pesona
Visi Prof. Sarifa Suhra dikenal dengan akronim Malebbi. Visi strategis tersebut ia jabarkan ke dalam lima misi utama.
Bagi Prof. Sarifa Suhra, istilah Malebbi bukan sekadar akronim, melainkan simbolisasi karakter mulia manusia yang baik.
6. Prof. Dr. Astuti, S.Ag., M.Pd.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Prof. Dr. Astuti, S.Ag., M.Pd., menjadi pendaftar keenam.
Ia menyerahkan berkas di Gedung Rektorat pada hari penutupan, Selasa (20/1/2026).
Besar bidang Manajemen Pendidikan Islam itu meyakini bahwa kolaborasi adalah modal utama bagi kemajuan institusi.
Pendekatan yang ditawarkannya menyentuh aspek emosional dan budaya. ***




