POJOKSULSEL.com, MAROS - Sukses pada tahun sebelumnya, Bupati Maros, Chaidir Syam, kembali mengukir sejarah dengan menerima Piala Adipura 2024 untuk kategori Kota Kecil Turikale, Kabupaten Maros dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, dalam sebuah upacara prestisius di Gedung Manggala Whirabakti jakarta, Kamis (7/3/2023).
Baca Juga: Pengurus Masjid Umar Bin Khattab BSR 2 Maros Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut Ramadhan
"Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras bersama, di mana masyarakat aktif terlibat dalam pengolahan sampah dari rumah hingga ke bank sampah dan TPS3R," ucap Bupati Maros, Chaidir Syam.
Adipura kali ini menilai beberapa aspek, termasuk pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, kebersihan drainase jalan, dan penekanan pada tempat pembuangan akhir (TPA), terangnya.
Baca Juga: 23 Lurah di Kabupaten Maros Dapat Motor Listrik, Chaidir Syam Sebut Pilihan Ramah Lingkungan
Dalam acara penganugerahan yang dihadiri Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin serta Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari.
Wakil bupati Maros, Suhartina Bohari menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, pemerhati lingkungan, dan unsur terkait lainnya yang secara bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Pengelola TWA Bantimurung Kabupaten Maros Batasi Aktivitas Pengunjung Selama Musim Hujan
Maros menunjukkan langkah progresif dengan hadirnya 11 kompleks perumahan dan sejumlah pasar yang telah dilengkapi dengan Tempat Pengelolaan Sampah Sesuai Sumber (TPS3R). Bank sampah, sebagai inovasi penting, berdiri tegak di samping Pasar Tramo.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, memberikan pandangan lebih luas terkait Adipura, menyatakan bahwa inisiatif ini telah menjadi agenda nasional sejak tahun 1986.
Selain mengapresiasi keberhasilan kabupaten/kota dalam menciptakan kota bersih dan indah, Menteri Siti juga menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam merancang pembangunan ekonomi hijau dan menjaga keseimbangan fungsi sosial dan ekonomi.
Penghargaan Adipura menjadi bukti nyata kolaborasi luar biasa antara komponen pemerintah dan masyarakat. Sebanyak 106 kabupaten/kota meraih penghargaan, dengan beberapa di antaranya mendapatkan piala, plakat, dan sertifikat.
Keistimewaan tampak pada lima kabupaten/kota yang meraih anugerah tertinggi, Adipura Kencana, di antaranya Surabaya, Balikpapan, Bitung, Bontang, dan yang tidak kalah gemilang, kabupaten Maros. ***



