POJOKSULSEL, LUWU – PT Masmindo Dwi Area (MDA) melakukan audiensi perdana dengan Bupati dan Wakil Bupati Luwu, H. Patahudding dan Muh. Dhevy Bijak Pawindu, sebagai bentuk awal membangun sinergi untuk percepatan operasional Proyek Awak Mas.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menjembatani kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan tambang emas tersebut.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Luwu ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Masmindo Dwi Area, termasuk Direktur Legal and Corporate Services Erlangga Gaffar serta Direktur Finance Tammam Jannata.
Baca Juga: Pengangguran di Sulbar Terkendali, 14 Ribu Tenaga Kerja Terserap dalam Setahun, Daftar 10 Besar TPT
Di sisi lain, pemerintah kabupaten diwakili lengkap oleh Bupati Patahudding, unsur Forkopimda, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pertemuan ini menandai babak baru komunikasi dua arah antara MDA dan pemerintah daerah demi kelancaran investasi strategis di sektor pertambangan.
Dalam forum tersebut, Masmindo Dwi Area memaparkan progres terkini Proyek Awak Mas. Mulai dari penyelesaian perizinan utama, penguatan program pemberdayaan masyarakat, hingga rencana pembangunan infrastruktur tambang yang akan segera dimulai.
Baca Juga: Operasi Pekat Lipu Polda Sulbar, Pasar dan Terminal Disisir Polisi, 19 Preman Diciduk
Tantangan seperti klaim kepemilikan lahan dan keberadaan makam di area konsesi juga dibahas secara terbuka, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keterbukaan dan keberlanjutan proyek.
Direktur Erlangga Gaffar menegaskan pentingnya membangun kepercayaan bersama.
"Kami percaya bahwa melalui keterbukaan, koordinasi yang erat, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Proyek Awak Mas dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Luwu,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Sulsel Tak Mau Kompromi, Preman, Ormas Pengganggu Usaha dan Geng Motor Meresahkan Diburu
Erlangga Ganffar juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemkab Luwu.
Bupati Patahudding dalam kesempatan itu menegaskan bahwa Pemkab Luwu siap mendukung MDA, asalkan kontribusi Awak Mas terhadap pembangunan daerah berjalan secara konkret.
Bupati Luwu juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan koordinasi intensif antara perusahaan dan pemerintah daerah.
Audiensi ini menjadi tonggak strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah daerah dan MDA dalam mendorong percepatan realisasi Awak Mas Project (AMP).
AMP adalah proyek tambang emas yang dimiliki dan dijalankan oleh MDA dengan dua mitra Utamanya yakini PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia, serta didukung mitra-mitra lokal.
Baca Juga: Wali Kota Parepare Tasming Hamid Jalin Sinergi Pendidikan dengan Pemprov Jawa Timur
Proyek Awak Mas yang dikelola oleh MDA bersama mitra strategis PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia ini ditargetkan mulai produksi emas perdana pada Agustus 2026. Proyek ini diyakini akan menjadi motor baru penggerak ekonomi di Kabupaten Luwu dan Provinsi Sulawesi Selatan.
***




