POJOKSULSEL, POLEWALI MANDAR - Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Polewali Mandar resmi membuka kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) tahun pelajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Matamuda di MAN 2 Polewali Mandar mengusung tema “Menyambut Murid dengan Harmoni, Menumbuhkan Karakter yang Menyejukkan.

Matamuda 2026 diikuti sebanyak 113 murid baru, terdiri dari 56 murid laki-laki dan 57 murid perempuan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum memulai pembelajaran di MAN 2 Polewali Mandar.

Baca Juga: Diskopurindag Maros dan Elnusa Petrofin Salurkan Bantuan Peralatan untuk UMKM

Pembukaan Matamuda dilakukan secara serentak bersama seluruh madrasah di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melalui Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut dipusatkan di MAN 1 Polewali Mandar, Kecamatan Mapilli, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Adnan Nota.

Dalam arahannya, Adnan Nota menyampaikan bahwa menjadi bagian dari madrasah merupakan sebuah kebanggaan karena madrasah tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik.

Baca Juga: UMI Dipercaya Kapolri Perkuat Kualitas Personel Reskrim Polri, Hanya Dua Kampus di Sulsel Terpilih

“Anak-anakku sekalian harus bangga telah memilih madrasah sebagai tempat mengembangkan potensi diri. Di madrasah, kalian tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga dibina menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.

Menurutnya, pendidikan madrasah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, kepemimpinan, dan keterampilan menghadapi tantangan masa depan.

Usai mengikuti pembukaan secara virtual, rangkaian Matamuda dilanjutkan di lingkungan MAN 2 Polewali Mandar.

Baca Juga: Cath Lab BPJS Resmi Diluncurkan di Parepare, Tasming: Penanganan Pasien Jantung Kini Lebih Cepat

Kepala MAN 2 Polewali Mandar, Hj. Bungarosi A, memberikan materi tentang budaya madrasah. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan tata tertib, nilai kedisiplinan, budaya kerja, serta karakter yang menjadi identitas warga MAN 2 Polewali Mandar.

Ia mengajak seluruh murid baru untuk membangun kebiasaan positif sejak awal dan menjadikan madrasah sebagai tempat tumbuh bersama dalam bidang akademik maupun karakter.

Selanjutnya, materi profil madrasah disampaikan oleh Rifai, S.Pd. Para peserta diperkenalkan dengan sejarah singkat MAN 2 Polewali Mandar, visi dan misi, program unggulan, berbagai prestasi, hingga peluang pengembangan bakat dan minat yang tersedia.

Hari pertama Matamuda ditutup dengan pengenalan berbagai organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler madrasah.

Sejumlah organisasi menampilkan program serta kreativitas terbaik mereka, mulai dari Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), hingga Sanggar Seni.

Melalui kegiatan tersebut, murid baru mendapatkan gambaran mengenai ruang pengembangan diri yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di MAN 2 Polewali Mandar.

Baca Juga: Dekranas 46 Tahun di Makassar Sukses Gaet 180 Ribu Pengunjung, Perputaran Ekonomi Diproyeksi Rp100 M

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H. Syamsul, turut mengikuti pembukaan Matamuda secara virtual di Aula MAN 1 Mamuju.

Usai kegiatan pembukaan, ia memberikan pembinaan kepada peserta didik baru MAN 1 Mamuju. Ia mengingatkan bahwa madrasah memiliki keunggulan karena memadukan pendidikan umum dengan penguatan nilai-nilai agama.

“Anak-anakku harus bersyukur menjadi bagian dari madrasah. Di sini kalian memperoleh pendidikan agama yang kuat sekaligus ilmu pengetahuan umum yang setara dengan sekolah lainnya. Perpaduan keduanya akan membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar H. Syamsul.

Baca Juga: UIN Palopo Catat 55,5 Persen Program Studi Jenjang Sarjana Sudah Akreditasi Unggul, Ini Daftarnya

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan filosofi lokal “Bate Lima” yang bermakna bekas atau jejak tangan. Filosofi tersebut menjadi pesan agar para siswa mampu meninggalkan jejak kebaikan selama berada di madrasah.

“Berilah bekas tangan yang baik selama berada di madrasah ini. Tinggalkan jejak berupa kreativitas, prestasi, kedisiplinan, serta akhlak mulia,” katanya. ***