POJOKSULSEL, MAKASSAR - Mahasiswa Kedokteran Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Desa Borimasunggu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang terdampak banjir pada Senin (17/2/2025).

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mahasiswa Kedokteran UINAM mencakup cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan gratis dengan dokter.

Selain itu, masyarakat juga menerima bantuan sembako untuk meringankan beban pasca-bencana dari mahasiswa Kedokteran UINAM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kedokteran UINAM 2025 yang bekerja sama dengan mahasiswa KKN UINAM 76 di Desa Borimasunggu.

Baca Juga: Lihat Aktivitas Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur di Lapangan Monas Jelang Pelantikan

Kegiatan ini dipimpin oleh M Abyan Fikri dan Najwa Nabilah Hasan sebagai penanggung jawab.

Sasaran utama kegiatan ini adalah warga desa yang terdampak banjir, yang membutuhkan akses layanan kesehatan dan bantuan sosial.

Pengabdian masyarakat ini berlangsung mulai pukul 08.00 WITA dan mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat.

Dari target awal 100 orang, jumlah warga yang hadir mencapai 130 orang, menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan di daerah tersebut.

Baca Juga: Warga 3 Cluster Tuntut Ganti Rugi atas Banjir yang Rendam Perumahan Bukit Baruga Makassar

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, memberikan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, serta mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin tidak disadari oleh masyarakat.

Mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam kegiatan ini berperan langsung dalam pemeriksaan kesehatan, mulai dari anamnesis (pengambilan riwayat kesehatan), pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi dengan dokter.

Selain itu, pembagian sembako dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca-banjir.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa kedokteran, di antaranya praktik langsung dalam pelayanan kesehatan, melatih keterampilan anamnesis, diagnosis, dan penanganan kasus secara langsung.

Mereka juga dapat memahami tantangan kesehatan masyarakat, termasuk penyakit endemik dan faktor sosial yang memengaruhi kesehatan.

Selain itu, para mahasiswa juga mengembangkan kemampuan komunikasi dengan pasien dari berbagai latar belakang sosial dan budaya, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan profesionalisme sebagai calon dokter.

Kegiatan ini membuktikan bahwa peran mahasiswa kedokteran tidak hanya terbatas di ruang kuliah, tetapi juga di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Penulis:
Najwa Nabilah Hasan