POJOKSULSEL, MAROS - Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di kawasan mangrove Pantai Kuti-Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, pada Selasa (2/2/2026) pagi.

Seekor lumba-lumba berhasil dievakuasi oleh warga setelah terperangkap di akar-akar bakau kawasan Mangrove Pantai Kuti-Caddi.

Ketua Forum Komunitas Hijau, Achmad Yusran, mengatakan bahwa lumba-lumba terlihat terjebak di perairan dangkal di antara rimbunan akar mangrove sekitar pukul 08.30 WITA.

Warga yang mendapati kejadian itu segera berkumpul dan bergotong royong membantu proses evakuasi.

“Dengan peralatan seadanya, kami bantu menjaga tubuh lumba-lumba tetap basah sambil mengarahkannya kembali ke perairan yang lebih dalam,” kata Achmad Yusran.

Baca Juga: Gerakan Rakyat Gowa Konsolidasi Internal, Asri Tadda Tegaskan GR Rumah Besar Perjuangan Anies

Berkat kerja sama warga, mamalia laut itu akhirnya kembali berenang ke laut bebas setelah lebih dari 30 menit diupayakan keluar dari kawasan akar bakau.

Penyebab Diduga Disorientasi

Lumba-lumba jarang memasuki area mangrove kecuali mengalami disorientasi. Data warga dan pengalaman kasus sebelumnya, di Maros menunjukkan bahwa sejumlah faktor bisa menjadi penyebab, seperti perubahan arus dan salinitas air, gangguan navigasi sonar akibat kebisingan kapal, serta tekanan ekosistem di perairan pesisir.

Warga juga menemukan goresan ringan pada tubuh lumba-lumba, kemungkinan akibat kontak dengan akar bakau saat terjebak.

Pesan Lingkungan dari Kejadian Ini

Achmad Yusran menilai kejadian ini bukan sekadar insiden alam biasa, tetapi juga mencerminkan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi ekosistem pesisir.

Baca Juga: Merah Putih Berkibar di Thailand Lewat Prestasi 2 Siswi SMAN 1 Bantaeng di Ajang STEM Internasional

Ia mengajak masyarakat dan pihak terkait untuk memperkuat pelestarian mangrove serta mengendalikan aktivitas manusia yang dapat mengganggu kehidupan laut.

“Harmoni antara manusia dan laut harus terus dijaga,” ujarnya.

Kembali ke Habitat

Setelah proses evakuasi, lumba-lumba itu berenang ke arah laut terbuka. Warga berharap kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan kecil di ekosistem dapat berdampak besar terhadap satwa laut. ***