POJOKSULSEL, BANTAENG - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bantaeng menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Kesehatan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Dinas Kesehatan, Senin (8/12/2025).
MoU LDII Bantaeng dan Dinas Kesehatan menjadi pintu masuk bagi kedua pihak untuk mengakselerasi program kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung agenda Asta Cita Presiden yang menempatkan peningkatan kualitas hidup warga sebagai prioritas nasional.
Penandatanganan berlangsung dalam suasana akrab. Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr. H. Andi Ihsan, didampingi pejabat struktural, menyambut rombongan LDII yang dipimpin langsung Ketua LDII Bantaeng, Hanafi.
Baca Juga: Kabar Terbaru terkait Finalisasi Struktur Organisasi Ditjen Pesantren Hingga Penekanan Wamenag
Dalam pertemuan itu, Andi Ihsan mengapresiasi rencana LDII menggelar Program Cek Kesehatan Gratis yang akan dilaksanakan di sejumlah titik layanan.
Ia menilai program tersebut bukan hanya membantu pemerintah mengejar target pelayanan dasar, tetapi juga memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga ke lapisan masyarakat yang sulit dijangkau layanan formal.
"Ini program yang sangat membantu. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kolaborasi seperti ini penting agar target-target layanan kesehatan bisa tercapai," ujarnya.
Baca Juga: UMI Tambah Tim Medis untuk Misi Kemanusiaan di Sumatera, Fokus Layanan Darurat dan Pengungsian
Dari sisi LDII, Hanafi memastikan MoU ini bukan sekadar simbol kerja sama, tetapi fondasi untuk kolaborasi yang berkelanjutan.
Ia menegaskan pentingnya keselarasan visi antara LDII dan Dinas Kesehatan dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
"Tujuan MoU ini agar semua pihak punya komitmen dan pemahaman yang sama. Ini soal memastikan masyarakat Bantaeng mendapat layanan kesehatan yang layak," katanya.
Baca Juga: Tim Medis Unhas Sasar Sumbar, Lakukan Operasi, Pelayanan Keliling, hingga Distribusi Logistik
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi langkah awal. Namun kerja sama ini diproyeksikan berkembang lebih luas, mulai dari penyuluhan penyakit menular, edukasi pola makan sehat, hingga penguatan ketahanan keluarga dan kampanye pencegahan stunting.
LDII menegaskan kesiapannya terlibat melalui sumber daya organisasi, kader kesehatan, serta jejaring sosial yang selama ini aktif bergerak pada program pemberdayaan masyarakat. ***




