POJOKSULSEL, MAKASSAR - Banjir di Kantor Kemenag Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum surut, Rabu (12/2/2025).
Kepala Kantor Kemenag Maros, H Muhammad menjelaskan kondisi terkini banjir di Kantor Kemenag Maros.
H Muhammad mengatakan, banjir yang merendam Kantor Kemenag Maros tingginya masih mencapai satu meter.
Baca Juga: Pembukaan SUMU Himpuni Dikonsep Kolosal, Tampilkan Budaya Khas Sulsel
"Kantor Kemenag Maros masih di dada air ini. Belum bisa ditempati. Masih ada satu meter," kata H Muhammad saat dihubungi wartawan pojoksulsel lewat sambungan telepon pada Rabu siang.
Karena itu, kata H Muhammad, ASN belum bisa berkantor dan dialihkan ke work from house atau WFH.
"Hari ini kami alihkan untuk WFH, bekerja dari rumah," katanya.
Baca Juga: Kemenag RI Respons Upaya Rekognisi Internasional UIN Alauddin Makassar
Ia mengambil, banyak komputer dan sejumlah berkas yang terendam air akibat banjir sejak Selasa kemarin.
"Komputer rusak karena terapung dan berkas-berkas hancur," katanya
Adapun 8 ASN yang sempat terjebak banjir dan bermalam di Kantor Kemeng Maros sudah dievakuasi pada Rabu pagi.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Sudah Bisa Dilakukan pada 14 Puskesmas di Kabupaten Maros
Banjir yang merendam Kantor Kemenag Maros kali ini adalah yang terparah dari sebelumnya.
H Muhammad mengatakan, jika banjir-banjir tahun sebelumnya biasanya hanya setinggi lutut.
Namun, kali ini puncak ketinggian air di ruangan Kantor Kemenag Maros di atas satu meter. "Air itu mencapai leher orang dewasa," katanya.
Pada kesempatan itu, H Muhammad sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh ASN Kantor Kemenag Maros agar tidak masuk kantor sampai air surut.
Pada surat imbauan itu disebutkan bahwa apabila banjir sudah surut baik di kantor, di rumah, serta jalan yang dilewati menuju kantor sudah bisa dilewati, maka tetap berkantor.
Baca Juga: Modus Penipuan Catut Nama Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraeni Sari
Namun, jika belum surut dan hujan masih terus mengguyur, maka diberikan dispensasi untuk tidak memaksakan ke kantor pada hari ini Rabu, 12 Februari 2025.
Selain itu, bagi ASN yang rumahnya terdampak banjir untuk tidak memaksakan diri ke kantor dan tetap melaksanakan pekerjaan kantor dari rumah (WFH).
Edy Wijaya, satu dari delapan ASN Kemenag Maros yang menginap di kantor mengatakan air terus naik di Kantoe Kemenag Maros mulai pukul 20.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita pada Rabu (12/2/205).
“Puncak banjir di kantor pada pukul 8 malam dan 3 dini hari,” jelas Edy Wijaya dalam siaran pers.
***




