POJOKSULSEL.com, SUNGGUMINASA - Potongan video seekor buaya menerkam kakek di Cimory Dairyland Gowa, Sulsel, kini menjadi viral di media sosial.
Belakangan diketahui, kalau kakek diterkam buaya di Cimory Dairyland Gowa tersebut bernama
Baco Daeng Rani (60).
Tangan kanan Kakek Baco Daeng Rani mengalami luka parah usai diterkam buaya Cimory Dairyland Gowa, Senin 17 Februari 2025 malam lalu.
Baca Juga: 4.075 Pelamar Lulus Seleksi Administrasi PPPK Tahap 2 Pemkab Bone 2024, CEK DAFTAR NAMANYA!
Tangan kanannya harus dibalut perban putih usai menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Namun sayang, Kakek Baco Daeng Rani harus balik ke rumah karena tidak memiliki uang Rp 40 juta untuk menjalani operasi di rumah sakit.
Kondisi kakek yang diterkam buaya Cimory Dairyland Gowa dibagikan oleh Elni Darman di akun Facebook-nya.
"Keluarga tidak memiliki uang untuk membayar biaya operasi sebesar Rp 40 juta, karena kejadian seperti itu, tidak ditanggung BPJS kesehatan," sebutnya.
Insiden yang dialami Kakek Baco Daeng Rani berawal saat dia yang dikenal sebagai pawang buaya, diminta oleh warga untuk berkomunikasi dengan hewan buas itu.
Namun saat mencoba berkomunikasi dengan menyerahkan makanan, tiba-tiba buaya tersebut memberontak dan menerkam tangan kanan si kakek.
Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap 2 Pemkab Enrekang: 1.820 Lulus, CEK DAFTAR NAMANYA DISINI!
Beruntung, sejumlah warga menolong si kakek hingga bisa selamat dan dikeluarkan dari penangkaran buaya di Cimory Dairyland Gowa.
Buaya di Cimory Dairyland Gowa merupakan hasil evakuasi dari petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar dan warga sekitar, saat musibah banjir di Jalan Tamangapa Raya, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, pekan lalu.
Hewan buas ini kemudian ditempatkan di lokasi penangkaran Cimory Dairyland di Kabupaten Gowa.
Baca Juga: Sambut HUT Kota Parepare, RSUD Andi Makkasau Gelar Kerja Bakti
Namun beberapa hari terakhir, sejumlah warga datang ke lokasi penangkaran Cimory Dairyland Gowa dan mengaku sebagai anggota keluarganya.
Mereka meminta Cimory Dairyland Gowa untuk segera melepas buaya tersebut.
Buaya ini diperkirakan memiliki panjang panjang 4,1 meter dengan berat lebih dari 100 Kg.
Diberitakan sebelumnya, dai kondang Ustadz Dasad Latif ikut angkat bicara terkait fenomena kemunculan buaya hingga banyak warga yang mengaku sebagai anggota keluarga dari buaya tersebut.
Ustadz Dasad Latif menyayangkan banyaknya masyarakat yang masih percaya memiliki keturunan dengan buaya.
"Kebodohan yang nyata. Zaman sekarang masih ada yang percaya keturunan buaya," tulis Ustadz Dasad Latif di Instagram @dasadlatif1212, Selasa 18 Februari 2025.
***



