POJOKSULSEL, BANTAENG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa SD Inpres Parang Labbua, Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, belajar mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna.
Kegiatan mahasiwswa KKN Unhas bertajuk edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tutup botol plastik itu mengajarkan siswa membuat gantungan kunci dari barang bekas yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah.
Kegitaan itu menjadi sarana edukasi mahasiswa KKN Unhas bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan, memilah sampah, serta memanfaatkan kembali barang bekas.
Baca Juga: Mutasi Perwira di Polres Pinrang: Wakapolres Baru Dilantik, Sertijab Dua Kapolsek dan Tiga Kasat
Mahasiswa KKN Unhas memberikan pemahaman mengenai dampak limbah plastik terhadap lingkungan. Setelah sesi edukasi, siswa diajak mempraktikkan langsung proses mengubah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 3 Agustus 2026 dengan melibatkan siswa kelas III dan IV.
Selanjutnya, pelatihan kembali digelar pada 7 Agustus 2026 bersama siswa kelas IV dan VI SD Inpres Parang Labbua.
Baca Juga: Rumah Warga Terbakar di Parepare, Tasming Hamid Turun Langsung Temui Korban
Dalam praktiknya, mahasiswa KKN Unhas terlebih dahulu memperkenalkan bahan dan tahapan pembuatan gantungan kunci. Para siswa kemudian membuat produk secara langsung dengan pendampingan mahasiswa.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti penjelasan, mencoba setiap tahapan pembuatan, hingga menghasilkan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas tidak hanya memperkenalkan cara sederhana mengurangi limbah plastik, tetapi juga mendorong siswa untuk melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda.
Baca Juga: Gus Rozin Terima Songkok Guru dari Rais Syuriah PWNU Sulsel, Simbol Persaudaraan Ulama NU
Tutup botol plastik yang sebelumnya tidak terpakai dapat diolah menjadi benda sederhana yang memiliki fungsi dan nilai guna.
Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan rumah.
Bagi mahasiswa KKN Unhas, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata di Kelurahan Bonto Langkasa. Edukasi pengelolaan limbah plastik diberikan dengan pendekatan praktik agar siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya secara sederhana.
Kegiatan pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya mengurangi sampah dapat dilakukan melalui langkah kecil, kreatif, dan melibatkan anak-anak sejak dini. ***




