POJOKSULSEL, GOWA - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menjelaskan tugas kabinetnya. Termasuk tugas Warek 3 Prof Khalifa.
Pada kesempatan itu, Prof Hamdan Juhannis menganjurkan supaya Warek 3 UIN Alauddin Makassar supaya rajin-rajin ngopi.
"Dan tidak kalah pentingnya, rajin-rajinlah ngopi-ngopi. Tidak ada Warek 3 yang sukses kalau dia malas ngopi," kata Prof Hamdan Juhannis.
Baca Juga: Profil Muh Abdi Goncing, Akademisi UIN Alauddin Jadi Anggota KPU Makassar
Guru besar Sosiologi Pendidikan UIN Alauddin Makassar, itu sempat berkelakar, bahwa untuk mengukur kesuksesan Warek 3 jika sering ditemukan di tempat-tempat ngopi.
"Untuk mengukur kesuksesan bapak, sesering apa bapak ditemukan di tempat-tempat ngopi," ujar Prof Hamdan Juhannis.
Pada kesempatan itu, Prof Hamdan Juhannis, meminta kepada kepada Warek 3 UIN Alauddin Makassar, untuk mengaktifkan jejaring-jejaring pengamanan.
Baca Juga: Desmon Tobing, Pendatang Baru yang Siap Bertarung di Dapil 3 Makassar. Ini Gagasannya
Warek 3 UIN Alauddin Makassar Prof Khalifa, diminta membangun relasi yang baik dengan pihak keamanan.
"Termasuk security dan polisi sebagai pihak pengamanan," ujar Prof Hamdan Juhannis.
Prof Hamdan Juhannis, menekankan soal demo dan tawuran menjadi tugas Warek 3 UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Kemenag Darurat Penghulu, Sekarang Cuma 9.054, Pernikahan 1,7 Juta Pertahun, Belum Perceraian
"Ada guru terbaik untuk belajar. Pak Warek 3 yang sebelumnya. Sudah kenal dengan demo," kata Prof Hamdan Juhannis.
Tidak hanya itu, Prof Hamdan Juhannis optimistis tehadap kemampuan Prof Khalifa sebagai mantan deka Fakultas Saintek UIN Alauddin Makassar.
Secara keseluruhan, Prof Hamdan mengatakan jika kabinet UIN Alauddin Makassar hingga tahun 2027 adalah ragam kapasitas yang ada.
Baca Juga: Resmob Polda Sulsel Tangkap Pengedar Sabu Asal Kutai Timur di Tempat Wisata
Setidaknya, lanjut Prof Hamdan Juhannis, kabinet baru UIN Alauddin Makassar adalah kombinasi orang-orang berpengalaman, muda, progresif, dan enerjik.
"Ini kombinasi dan ragam kapasitas yang ada. Berpengalaman, muda, progresif, enerjik," kata Prof Hamdan Juhannis. ***




