POJOKSULSEL, PALOPO - Sebanyak 15 perempuan di Indonesia mencatatkan sajarah sebagai kepala kantor urusan agama atau kepala KUA pertama di Indonesia. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya adalah jebolan UIN Palopo.

Rapika dan Pitriani adalah dua alumnus UIN Palopo yang masuk daftar 15 perempuan pertama yang jabat sebagai Kepala KUA di Indonesia.

Rapika alumnus UIN Palopo tahun 1998, dilantik sebagai Kepala KUA Kecamatan Bajo Barat. Sementara Pitriani alumni tahun 1999, dipercaya memimpin KUA Kecamatan Suli Barat. Kedua KUA tersebut berada di bawah naungan Kantor Kemenag Kabupaten Luwu.

Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menyambut positif capaian ini dan meminta agar prestasi ini dikembangkan sebagai inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa dan alumni perempuan, untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapasitas kepemimpinan.

Pelantikan Kepala KUA perempuan ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan keagamaan yang terus didorong Kemenag.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp15 Miliar ke Selayar, Ini Pesan Andi Sudirman Sulaiman

Kehadiran perempuan dalam jabatan strategis di lingkungan KUA diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghadirkan perspektif yang lebih inklusif dalam pelaksanaan tugas-tugas keagamaan.

Bagi UIN Palopo, keberhasilan Rapika dan Pitriani menjadi kebanggaan tersendiri. Selain menunjukkan kualitas lulusan yang mampu bersaing dan dipercaya mengemban amanah publik, capaian ini juga menegaskan kontribusi kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, moderat, dan berdaya saing untuk kemajuan bangsa.

Sementara itu, Pitriani menilai bahwa amanah yang diterimanya merupakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

"Seperti mimpi tapi kenyataan, tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namanya roda dunia, tidak ada yang tahu," ungkapnya penuh haru.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Buka Celebes Scooter Party di Selayar, Tanam 1.000 Mangrove dan Resmikan Tugu Ujung Aspal

Meski kini dipercaya memimpin KUA Kecamatan Suli Barat, Pitriani menegaskan bahwa semangat pengabdian sebagai penyuluh akan tetap menjadi bagian dari tugasnya ke depan.

"Insyaallah tetap melaksanakan program-program penyuluhan seperti pengajian dan zikir bersama, dan insyaallah akan ditambah lagi kegiatan-kegiatan keagamaan yang lainnya," ujarnya.

Diketahui, Sebanyak 23 penyuluh dan penghulu agama Islam di Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Urusan Agama atau Kepala KUA, Kamis (4/6/2026).

Sebanyak 23 pejabat yang dilantik dalam jabatan sebagai Kepala KUA berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, mulai dari Tana Toraja, Luwu, Luwu Timur, Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Bone, Pinrang, Soppeng, Maros hingga Sinjai.