POJOKSULSEL, MAROS - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggandeng Pemkab Maros, melakukan pendampingan vokasi terhadap pelaku UMKM yang bergerak di sektor home decor dan fashion.

Pendampingan vokasi tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 25-27 Juli 2023 di Hotel Grand Town Mandai, Kabupaten Maros.

Pendampingan vokasi itu diikuti oleh 60 pelaku UKM bidang home dekor dan fashion di Kabupaten Maros.

Baca juga Makna Logo Hari Jadi Sulsel 2023, Angka 354 Pakai Dasar Huruf Lontara

Asisten Departemen Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro KemenkopUKM, Elvia Tristania mengatakan pendampingan vokasi bertujuan meningkatkan inovasi dan kualitas produk dalam mendukung daya saing produk yang berorientasi ekspor.

"Maros ini memiliki potensi UMKM yang begitu besar sebagai kota budaya dan kota kreatif serta kota penyangga dari Kota Makassar," kata Elvia.

Karena itu, kata dia kualitas dan kompetensi sumber daya manusia UMKM harus ditingkatkan melalui pelatihan agar semakin berdaya saing tinggi.

Potensi wilayah yang beragam baik dari sisi sumber daya alam kegiatan ekonomi maupun sosial dan budaya, sudah seharusnya dipadukan untuk berkelanjutan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Baca juga Inilah 3 Event Akbar Rangkaian Hari Jadi Sulsel ke 354, Puncak Acara 3 September 2023

Dengan peningkatan daya saing, lanjut dia, maka UMKM akan mampu menjaga ketahanan, kemandirian, dan keberlangsungan usaha dalam situasi apapun.

Potensi ekonomi sangat besar. Namun demikian masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh UMKM seperti keterbatasan SDM akses pasar, pemasaran, pembiayaan, teknologi dan legalitas.

"Untuk itu arah kebijakan dan program pemerintah pusat dan daerah diarahkan untuk dapat meningkatkan daya tarik dan kemandirian para pelaku UMKM," kata dia.

Baca juga Chaidir Syam Bawa Rombongan Belajar Konsep Inklusivitas di Jateng

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin mengapresiasi pendampingan vokasi yang digagas oleh Dinas Kopurindag bersama KemenkopUKM RI, sebagai upaya pengembangan SDM pelaku UMKM di Maros.

Menurutnya, hampir disemua desa atau kelurahan di setiap kecamatan memiliki usaha. Dengan potensi ini sudah seharusnya bersama sama mengembangkan usaha UMKM di Maros.

(***)