POJOKSULSEL, GOWA - Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi mengecek surat suara hasil sortir saat mengunjungi gudang logistik KPU Kabupaten Gowa, Senin (15/1/2024).
"Terkait dengan kunjungan ke gudang logistik KPU Kabupaten Gowa, tadi juga saya mengecek beberapa surat suara yang hasil sortiran," kata Andi Rian Djajadi kepada wartawan.
Andi Rian Djajadi menegaskan, surat suara yang rusak harus diamankan dan dijaga sampai proses pemusnahan.
"Yang kondisinya tidak layak, nah ini betul-betul harus diamankan dan dijaga dan dipastikan nanti pada saat proses pemusnahan, jangan sampai nanti muncul hal-hal lain yang tidak kita inginkan," kata Kapolda Sulsel.
Baca Juga: Keuatamaan Puasa di Bulan Rajab, Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sulsel memastikan situasi secara umum dalam menyambut Pemilu 2024 di Sulsel aman dan nyaman.
"Tentu juga saya meminta seluruh elemen masyarakat untuk ikut sama-sama menjaga," katanya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan gudang logistik Pemilu KPU Gowa, tahapan relatif berjalan lancar.
"Tadi keterangan Ketua KPU Kabupaten Gowa ternyata alhamdulillah hari ini mungkin tinggal surat suara DPRD Kabupaten, tapi dipastikan sore ini rencananya datang. Yang lainnya relatif tidak ada kendala," ujarnya.
Baca Juga: Amalan Bulan Rajab yang Sangat Sayang Kalau Dilewatkan, Segala Sesuatu yang Didoakan Bakal Terkabul
Pada kesempatan itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan, ada hampir 20 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Gowa, yang menjadi atensi.
"Ada satu dua TPS memang karena ada sekarang Sirekap, ada hampir 20 TPS di daerah ini yang menjadi atensi kita," kata Bahtiar Baharuddin.
Ia menjelaskan, 20 TPS itu menjadi atensi karena terkendalan persoalan jaringan internet.
"Pak Kapolda tadi langsung mengarahkan Kapolres untuk TPS TPS yang tidak ada signal. Karena setelah perhitungan itu kan mestinya dilaporkan melalui aplikasi. Nah bagaimana kalau tidak ada signal? Tapi seluruh kantor desa di Sulsel relatif senua ada signalnya," ungkap Bahtiar Baharuddin.
Sementara itu, Ketua KPU Gowa Fitra Syahdanul mengatakan, TPS yang menjadi atensi terkait signal berada di dataran tinggi dan pwrbatasan.
"Rata-rata dataran tinggi perbatasan. Tombolo Pao, rata-rata di situ. Nda sampai 20," kata Fitra.
Dirinya menjelaskan, langkah antisipasi yang dilakukan KPU Gowa adalah dengan megarahkan petugas ke kantor desa/kelurahan.
Baca Juga: DPRD Parepare Memasuki Masa Reses Awal Tahun 2024
"Tapi kan kantor kelurahan desa ada semuami signalnya. Nda ada blind spot. Nanti saja mengarah ke kantor desa/kelurahan," ujarnya.
Fitra menambahkan, distribusi logistik Pemilu mulai dilakukan pada tanggal 4 Februari 2024. ***




