POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kanwil Kemenag Sulbar lolos langsung menuju Penilaian Internal Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tanpa perbaikan pada tahap III.

Pencapaian ini adalah pertama kali dalam lingkup Kanwil Kemenag Sulbar. Hanya 4 Kanwil Kemenag yang dinyatakan lolos langsung pada tahap penilaian internal oleh Tim Penilai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

Keempatnya adalah Kanwil Kemenag Bangka Belitung, Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kanwil Kemenag Gorontalo, dan Kanwil Kemenag Sulbar.

Berdasarkan hasil penilaian, Kanwil Kemenag Sulbar mencatat capaian signifikan pada enam area perubahan, yaitu: manajemen perubahan mencapai 95 persen, penataan tata laksana 92 persen.

Kemudian, penataan sistem manajemen SDM 69 persen, penguatan akuntabilitas 62 persen, penguatan pengawasan 84 persen, serta peningkatan kualitas pelayanan publik sebesar 61 persen.

Baca Juga: Tasming Hamid Kunjungi Balikpapan, Pemkot Parepare Siap Tiru Praktik Baik Pembangunan Kota Maju

Hasil tersebut mencerminkan kesungguhan dan kerja kolektif seluruh jajaran dalam membangun Zona Integritas secara terencana dan berkesinambungan.

Capaian ini juga sejalan dengan gerakan “One Year–One Satker–One WBK” yang digagas Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Pengumuman hasil Penilaian Tahap I dan II disampaikan oleh Tim Penilaian Pendahuluan (TPP) Biro Organisasi dan Tata Laksana secara daring melalui Zoom pada 21 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Adnan Nota, Kepala Bagian Tata Usaha, Tim Pembangunan Zona Integritas, serta Tim Penilai Pendahuluan Provinsi.

Pada kesempatan itu, Adnan Nota, menyambut capaian tersebut dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja tim yang konsisten dan berorientasi pada pembuktian nyata.

Baca Juga: 2 Ruas Jalan Mulus di Enrekang Kini Dinikmati Warga Berkat Kucuran Dana Rp9,9 Miliar Pemprov Sulsel

"Komitmen kami tidak berhenti pada narasi di atas kertas, tetapi dibuktikan melalui eviden nyata dan implementasi langsung di lapangan. Kalau kita serius dan bekerja secara tim, insyaallah harapan itu bisa tercapai,” ujar Adnan Nota.

Tidak hanya itu, Adnan Nota menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk melangkah ke tahapan yang lebih tinggi.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak hingga meraih Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” tegasnya. ***