POJOKSULSEL, POLMAN – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, berduka. Salah satu guru pembina Pramuka, Heri Syarifuddin (41), meninggal dunia.

Guru pembina pramuka itu dilaporkan mengalami sesak nafas saat membantu mendirikan tenda di lapangan Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Minggu (15/6/2025) siang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, guru pembina pramuka tersebut merupakan guru di SD IT Al-Munawwarrah, Lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi.

Baca Juga: Pemkot Parepare Kawal Serius Pengangkatan PPPK, Efektif Mulai Juli 2025

Sekretaris panitia kegiatan, Hardiansyah diberitahu oleh rekan korban, Ningsih Syahruna, bahwa Heri mengalami sesak napas di tenda perkemahan. Tim kesehatan dari Puskesmas Kebunsari yang sedang bertugas langsung dihubungi untuk memberikan pertolongan.

Namun sebelum tim medis tiba, rekan-rekan korban sempat membawa Heri ke RS Pratama Wonomulyo. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Bhabinkamtibmas Desa Bumiayu, Brigpol Rahman, yang datang ke lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa berdasarkan keterangan medis dari pihak Puskesmas dan RS Pratama, korban diduga mengalami serangan jantung.

Baca Juga: Kabar Gembira! Batik Air Kembali Layani Penerbangan di Rute Mamuju–Makassar, Ini Jadwalnya

Istrinya juga menyampaikan bahwa almarhum memang memiliki riwayat kolesterol tinggi.

Jenazah saat ini telah dibawa ke rumah duka di Lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Wonomulyo.

Suasana duka menyelimuti keluarga, rekan kerja, serta peserta perkemahan yang turut berbelasungkawa atas kepergian Heri Saripuddin yang dikenal berdedikasi dalam mendampingi siswa-siswinya.

.***