POJOKSULSEL, MAKASSAR - Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN Parepare) berhasil mencuri perhatian dalam bidang publikasi ilmiah berdasarkan Indeks Sinta.
Bagaimana tidak, IAIN Parepare berhasil masuk Top 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik dalam bidang publikasi ilmiah berdasarkan Indeks Sinta.
Capaian tersebut menempatkan IAIN Parepare sejajar dengan deretan PTKIN ternama di Indonesia, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Salatiga, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Intan Lampung, UIN Ar-Raniry Aceh, serta UIN Raden Fatah Palembang.
Baca Juga: Stadion Turatea Jeneponto dan Lapangan Gaspa Palopo Bersolek Usai Dapat Bantuan Pemprov Sulsel
Masuknya IAIN Parepare dalam jajaran 10 besar PTKIN versi Indeks Sinta menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, kampus ini berlokasi di daerah, sekitar 155 kilometer di selatan Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Namun demikian, keterbatasan geografis tidak menghalangi daya saing akademik IAIN Parepare di level nasional.
Ketua Tim Humas IAIN Parepare, Dr. Suherman, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti konkret bahwa kualitas akademik dan riset IAIN Parepare terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Catat Prestasi 2025, Dari Guru Besar hingga Jurnal Tembus Indeks Global Scopus
“Alhamdulillah, IAIN Parepare mampu mensejajarkan diri dengan kampus-kampus besar di Indonesia. Meski berada di daerah, kami bisa bersaing dan menunjukkan prestasi yang nyata,” ujar Dr. Suherman dikutip laman resmi IAIN Parepare.
Menurutnya, keberhasilan masuk Top 10 PTKIN versi Indeks Sinta 2025 bukanlah capaian yang berdiri sendiri. Prestasi ini merupakan bagian dari tren positif IAIN Parepare dalam beberapa tahun terakhir, baik di bidang akademik, publikasi ilmiah, maupun tata kelola kelembagaan.
Suherman mengungkapkan, pada tahun sebelumnya IAIN Parepare berhasil meraih predikat Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Milad ke-56 Pesantren Modern Al Junaidiyah Bone
Selain itu, kampus ini juga masuk kategori Perguruan Tinggi Informatif, masuk nominasi juara Humas Kemenag Award 2025, serta meraih penghargaan pengelolaan website PPID terbaik.
“Memasuki awal tahun 2026, kami kembali mengawali dengan prestasi nasional, yakni masuk 10 besar PTKIN terbaik versi Indeks Sinta. Ini menunjukkan konsistensi dan tren positif dalam kepemimpinan Prof. Hannani sebagai Rektor IAIN Parepare,” tambahnya.
Ia menegaskan, deretan capaian tersebut merupakan gambaran nyata dari mutu dan kualitas institusi. Prestasi nasional yang diraih menjadi indikator bahwa IAIN Parepare terus berkembang dan bertransformasi ke arah yang lebih baik.
“Ini patut menjadi pertimbangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang akan melanjutkan pendidikan. IAIN Parepare adalah pilihan yang tepat dan kompetitif,” tegas Dr. Suherman.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare, Dr. Haramain, turut menyambut gembira capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan masuk Top 10 PTKIN versi Indeks Sinta merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi para dosen dalam menjaga produktivitas riset dan publikasi ilmiah.
“Capaian ini tidak lepas dari kontribusi para dosen yang terus aktif menghasilkan artikel ilmiah bereputasi. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat riset dan publikasi yang terus terjaga,” kata Haramain.
Baca Juga: Menag, Kakanwil Kemenag, dan Gubernur Sulsel Bakal Pulang Kampung Rayakan Puncak HAB ke-80 di Bone
Menurutnya, prestasi ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika IAIN Parepare. Komitmen bersama dalam mengembangkan budaya akademik dan riset menjadi kunci utama dalam meningkatkan peringkat dan reputasi institusi di tingkat nasional. ***




