POJOKSULSLE, PAREPARE - Institut Agama Islam Negeri Parepare atau IAIN Parepare resmi membuka penjaringan calon pejabat pembantu rektor dan pelaksana akademik perangkat rektor untuk masa jabatan 2026-2030.
Proses pendaftaran calon pejabat IAIN Parepare dimulai pada 19 hingga 22 Mei 2026. Sementara tahapan verifikasi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 21 sampai 22 Mei 2026.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Darmawati menegaskan bahwa integritas menjadi poin utama dalam proses seleksi pejabat kali ini.
Darmawati meminta seluruh tahapan berjalan profesional, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.
"Penjaringan pejabat ini harus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Karena itu, seluruh berkas yang masuk untuk segera diverifikasi agar proses seleksi berjalan tertib dan objektif,” tegas Darmawati.
Baca Juga: PKM Kolaborasi di Desa Ampekale Edukasi Kelompok Pembuat Pakan Mandiri Kelola Keuangan Usaha
Dalam rapat perdana panitia penjaringan, juga lahir kebijakan baru yang memberi ruang lebih luas kepada peserta seleksi.
Setiap pelamar diperbolehkan mendaftar maksimal pada dua jabatan berbeda.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaring lebih banyak potensi terbaik dari kalangan dosen maupun tenaga kependidikan di lingkungan IAIN Parepare.
Selain membahas tahapan seleksi, rapat juga mengulas sejumlah ketentuan jabatan yang belum diatur secara detail dalam statuta institut.
Meski demikian, beberapa posisi strategis tetap menjadi kewenangan penuh rektor dalam proses penetapannya.
Baca Juga: Kajati Sulsel Cek Sarana, Mess Pegawai hingga Gudang Barang Bukti di Kejari Parepare
Panitia penjaringan calon pejabat diketuai oleh Prof. Dr. Muliati dengan sekretaris Hasma Idris.
Tim panitia turut diperkuat Misbahuddin, Sunandar, Hasanuddin, dan Fatimah Pallawaga.
Diketahui, Prof. Darmawati dilantik sebagai Rektor IAIN Parepare periode 2026-2030 pada Senin, 11 Mei 2026.
Ia merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Rektor IAIN Parepare menggantikan Prof Hannani.
Prof. Darmawati lahir di Tange’e, Desa Watang Cenrana, Kabupaten Bone, 3 Juli 1972.
Rektor perempuan pertama IAIN Parepare itu menempuh pendidikan tinggi mulai jenjang sarjana hingga doktoral di UIN Alauddin Makassar dan Universitas Negeri Makassar.
Fokus keilmuannya berada pada bidang pendidikan dan bahasa Arab.
Karier akademiknya di IAIN Parepare terbilang lengkap.
Baca Juga: Jangan Lipat dan Coret Uang! Pesan Duta Guru Rupiah Sulsel di Hadapan Guru MA Bulukumba
Ia pernah dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis, mulai dari Sekretaris Pusat Studi Gender.
Ia juga pernah jabat Ketua Pusat Studi Gender, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Pascasarjana, hingga Direktur Pascasarjana IAIN Parepare. ***




