POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyebut, sudah ada 12 desa inklusi di Kabupaten Maros. Dimana saja?
Adapun 12 desa inklusi Kabupaten Maros, kata Chaidir Syam, yaitu Desa Mangeloreng, Desa Simbang, Desa Tanete, Desa Minasa Baji, Desa Baruga.
Desa inklusi lainnya, adalah Desa Samangki, Desa Damai, Desa Toddopulia, Desa Lekopaccing, Desa Borimasunggu, Desa Mattirotasi, dan Desa Borikamase.
Chaidir Syam menargetkan seluruh desa di Kabupaten Maros bisa menjadi desa inklusi pada tahun 2024.
"Paling utama bagaimana kita memberikan pelayanan dan membuka akses kepada masyarakat," kata Chaidri Syam.
Baca Juga: Bedah Kabinet Baru Prof Hamdan Juhannis, Kombinasi dan Ragam Kapasitas UIN Alauddin
Sementara itu, inklusi day 2023 berupa kemitraan Australia dan Indonesia digelar di dusun terluar Kabupaten Maros pada Minggu 27 Agustus2023.
Inklusi day 2023 digelar Dusun Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu.
Dusun Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung merupakan daerah dataran tinggi. Berbatasan dengan Kabupaten Gowa.
Dewi Rizki selaku direktur kemitraan mengatakan, inklusi day adalah pertemuan rutin sebagai ajang pembelajaran. Menjadi sebuah pencapaian bagi perempuan, anak, dan disabilitas.
Baca Juga: Pengamat Sebut Danny Pomanto Diuntungkan Gabung PDIP, Perlu Lakukan 2 Hal Ini
Menurutnya, program inklusi day mewujudkan Indonesia Jadi tempat bagi seluruh masyarakat. Tidak ada yang tertinggal sama sekali.
"Kita belajar adat, pendidikan, juga sosial ekonomi," kata Dewi Rizki.
Konsul Jendeal Australia di Makassar, Todd Dias mengatakan, kelompok masyarakat adat, disabilitas, dan kelompok rentan punya hak yang sama.
Mereka juga berhak dapat pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, partisipasi politik dan yang lainnya. ***




