POJOKSULSEL, PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare (Pemkot Parepare) memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram (LPG 3 kg) atau gas melon kini kembali normal.
Seiring pulihnya distribusi gas melon, masyarakat Kota Parepare diminta tidak lagi berlebihan beli LPG 3 kg dan ikut mengawasi penjualan yang melanggar aturan.
Kepastian pasokan LPG 3 kg atau gas melon ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarung Agung Hamka.
Baca Juga: Dua Kampus Islam Negeri di Sulawesi Resmi Jadi UIN, Ini Daftarnya
Menurutnya, kondisi pasokan mulai stabil setelah pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina, agen, hingga pangkalan resmi untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
"Ketersediaan LPG 3 kilogram sudah kembali normal. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan telah tersedia di pangkalan resmi," ujar Amarung Agung Hamka.
Meski stok dinyatakan aman, Pemkot Parepare memberi peringatan keras kepada seluruh pangkalan agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Prof. Muammar Bakry Sebut Makassar Butuh 4.000 Ustaz dan Ustazah, MUI Sulsel Dorong Pendataan Dai
Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi praktik penjualan LPG subsidi dengan harga melebihi ketentuan.
Amarung Agung Hamka bahkan meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan pangkalan maupun oknum penjual yang menjual LPG 3 kilogram di atas HET.
"Kalau ada yang menjual di atas HET, silakan laporkan. Pemerintah bersama instansi terkait akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. LPG 3 kilogram adalah barang subsidi yang harus benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak dengan harga sesuai ketentuan," tegasnya.
Baca Juga: Nama-nama 11 Perwira Menengah Polda Sultra yang Resmi Sertijab, Termasuk 6 Kapolres
Selain mengawasi harga, Pemkot Parepare juga memperketat pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan, penyalahgunaan, hingga permainan harga yang berpotensi memicu kelangkaan kembali.
Masyarakat diimbau membeli LPG subsidi hanya melalui pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET sekaligus mendukung distribusi yang tepat sasaran.
"Pemerintah akan terus melakukan monitoring bersama Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar stok tetap aman, distribusi lancar, dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan LPG subsidi," pungkas Amarung Agung Hamka. ***




