POJOKSULSEL.com, LUWU UTARA - Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Luwu Utara Aspar memberikan apresiasi kepada USAID dengan program USAID ERAT.
Melalui program itu USAID melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Perkawinan Anak bersama beberapa pihak terkait belum lama ini di Masamba.
Baca Juga: Wiranto Sebut Bisa Berjoget Jadi Salah Satu Alasan Memilih Prabowo
Pelaksanaan FGD tersebut menjadi starting point oleh pemerintah daerah di dalam penanganan persoalan perkawinan anak, khususnya di kabupaten Luwu Utara.
“Pertemuan ini menjadi sangat penting. Di mana kita mengetahui bahwa Pemda Luwu Utara sangat serius dalam perlindungan anak, termasuk dalam mencegah terjadinya perkawinan anak,” tutur H. Aspar.
Baca Juga: Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali Pimpin Upacara Deklarasi Pemilu Damai Putih Abu-abu
Untuk itu, ia mengapresiasi program USAID ERAT yang telah ikut andil membantu memfasilitasi upaya pemerintah daerah dalam persoalan ini.
“Kehadiran program USAID ERAT ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah tidak sendiri di dalam melaksanakan pembangunan, dibutuhkan kolaborasi multipihak dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” imbuhnya.
Baca Juga: Tahun Ini, Pemda Lutra Fokus Pemenuhan Infrastruktur Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru di Seko
Eks Sekretaris DPRD ini paham betul bagaimana mengatasi persoalan yang ada. Menurutnya, masalah perkawinan anak tak bisa diselesaikan secara parsial. Butuh kerja sama pentahelix dengan semua pihak, termasuk dengan USAID yang notabene adalah mitra pemerintah dalam mengakselerasi pelayanan publik dan meningkatkan kualitas kebijakan pemda.
Baca Juga: Fortifying 'the Culture of Tolerance'
“Persoalan perkawinan anak di kabupaten Luwu Utara masih menjadi persoalan yang serius, sekaligus ini merupakan akar masalah dari munculnya persoalan yang lain, seperti kemiskinan, stunting, kematian ibu dan anak, dan anak tidak sekolah, yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap pembangunan manusia di kabupatten Luwu Utara ke depan,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Luwu Utara Serahkan BLT 2024, Tercepat di Sulsel
Sekadar diketahui, kegiatan FGD ini dilaksanakan selama dua hari, 30-31 Januari 2024, di Hotel Bukit Indah, Masamba dan diikuti oleh Perangkat Daerah terkait, termasuk Kementerian Agama. Pertemuan ini merupakan langkah awal sebagai brainstorming untuk mengumpulkan ide dan gagasan dalam merumuskan SOP Pencegahan Perkawinan Anak di Luwu Utara. ***



