POJOKSULSEL, MAROS - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan ekonomi daerah. Bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) serta Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM (PLUT-UMKM) Kabupaten Maros, FEB Unhas menggelar pelatihan strategis bagi pelaku UMKM.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FEB Unhas yang didanai melalui Hibah KIPKU 2025 tersebut berlangsung di Gedung PLUT KUMKM Kabupaten Maros, Senin (15/12/2025), dan diikuti oleh 20 pelaku UMKM terpilih.
Pelatihan mengusung tema “Pemberdayaan UMKM melalui Penguatan Strategi Adaptasi Non-Konfrontatif dalam Menghadapi Perubahan Tata Ruang Kota”. Fokus utama kegiatan FEB Unhas adalah membekali pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan tata ruang dan dinamika ekonomi secara berkelanjutan.
Baca Juga: KNTI Polman Silaturahmi dengan Bupati Samsul Mahmud, Dorong Penguatan Program Nelayan Tradisional
Ketua Tim PKM FEB Unhas, Baginda Hamzah, menegaskan bahwa perubahan lingkungan usaha tidak dapat dihindari, sehingga UMKM dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang kuat.
“Perubahan tata ruang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha. UMKM harus mampu membaca situasi dan menyusun strategi adaptif agar tetap bertahan dan berkembang,” ungkapnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Non-Market Strategy Research Group Universitas Hasanuddin, Abdullah Sanusi.
Ia menekankan bahwa pendekatan non-konfrontatif menjadi salah satu kunci ketahanan usaha di tengah ketidakpastian kebijakan.
Baca Juga: Profil Prof Siradjuddin, Guru Besar Kedua Prodi Manajemen FEBI UIN Alauddin Makassar
“UMKM tidak selalu harus berhadapan secara langsung dengan perubahan kebijakan. Justru dengan strategi adaptasi yang tepat, usaha bisa tetap tumbuh tanpa konflik,” jelas Abdullah Sanusi dikutip rilis Humas Pemkab Maros.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Maros. Kepala Bidang UMKM Diskopurindag Maros, Hilmy Harasuddin, menilai pelatihan ini sejalan dengan kebutuhan pelaku UMKM di daerah.
“Kegiatan ini sangat membantu UMKM memahami perubahan regulasi dan tata ruang, sekaligus menyiapkan strategi agar tetap kompetitif,” ujarnya.
Baca Juga: Dekan FEBI UIN Alauddin Ungkap Target Besar Pengembangan Akademik di Tahun 2027
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi kewirausahaan, digital marketing, konsep resilience without resistance, hingga strategi bisnis dan mitigasi risiko. Seluruh materi disampaikan secara praktis agar mudah diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana FEB Unhas sebagai fasilitator, guna memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi lintas generasi.
Melalui program PKM ini, FEB Unhas menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan mampu melahirkan UMKM Maros yang adaptif, tangguh, dan berdaya saing. ***




