POJOKSULSEL, TAKALAR - Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar (BPBAP Takalar) terus menunjukkan konsistensinya dalam menghasilkan bibit rumput laut Gracilaria verrucosa berkualitas tinggi.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BPBAP Takalar dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor perikanan budidaya di Indonesia.

Kepala BPBAP Takalar, Boyun Handoyo, menegaskan, ketersediaan bibit unggul merupakan faktor kunci keberhasilan usaha budidaya rumput laut.

Baca Juga: Cara Cek Keringanan Pajak Kendaraan di Sulsel, Irvandi: Tidak Menunggak Pun Dapat Diskon

"Bibit yang sehat dan berkualitas akan memberikan hasil panen yang lebih optimal sekaligus mendukung kesejahteraan pembudidaya. Bibit yang kami hasilkan berasal dari pengembangan spora di laboratorium, kemudian dikembangkan di kebun bibit. Harapannya, bibit ini bisa disebarkan ke berbagai sentra budidaya Gracilaria verrucosa," jelas Boyun Handoyo dikutip rilis Humas BPBAP Takalar.

Rumput laut Gracilaria verrucosa sendiri dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi. Komoditas ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri agar-agar, farmasi, hingga kosmetik.

Dengan kualitas bibit yang dihasilkan BPBAP Takalar, diharapkan produktivitas dan mutu hasil panen masyarakat pembudidaya dapat terus meningkat, sehingga memberi dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: Deretan Negara Ikut MQK Internasional 2025 di Sulsel, Ali Yafid Beri Pesan Begini

Tak hanya menghasilkan bibit, BPBAP Takalar juga aktif memberikan layanan pembinaan teknis, pendampingan, serta edukasi bagi kelompok pembudidaya. Program ini dirancang agar para pembudidaya mampu mengelola usaha budidayanya secara lebih baik, berkelanjutan, serta ramah lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan prioritas KKP dalam mendorong pengembangan komoditas strategis perikanan budidaya yang berdaya saing global.

Ke depan, BPBAP Takalar berkomitmen memperkuat perannya sebagai pusat pembenihan sekaligus mitra strategis bagi masyarakat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Baca Juga: Deretan Negara Ikut MQK Internasional 2025 di Sulsel, Ali Yafid Beri Pesan Begini

Melalui kolaborasi ini, ketersediaan bibit rumput laut Gracilaria verrucosaGracilaria verrucosa dapat lebih terjamin, sehingga mendukung pengembangan kawasan budidaya di berbagai daerah.

Dengan adanya bibit unggul yang disertai pendampingan berkelanjutan, budidaya rumput laut diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian lokal.

Lebih jauh, langkah ini juga akan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional serta meningkatkan daya saing produk kelautan Indonesia di pasar global.

***