POJOKSULSEL, MAJENE - Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) memaparkan hasil riset terkait potensi rumput laut Majene dan cara mengatasi ombak besar.
Ketua Tim Riset Dr Nur Indah Sari Arbit mengatakan, potensi usaha rumput laut di Majene yang didukung garis pantai mencapai lebih 140 km dan lahan tambak yang luas.
Dosen Ilmu Perikanan Unsulbar itu menjelaskan bahwa tantangan pengelolaan rumput laut di Majene adalah ombak besar.
"Pesisir Majene memang kita tahu bersama kerap diterjang ombak besar pada musim tertentu, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk menumbuhkembangkan usaha rumput laut," kata Indah.
Baca Juga: Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia Wisuda 410 Orang Sarjana dan Pascasarjana
Namun demikian, kata dia, tantangan ombak besar yang biasa terjadi pada musim tertentu, dapat diatasi dengan berbagai metode, di antaranya metode keramba.
Karena itu, riset pakar perikanan dan lingkungan merokemendasi dukungan para pemangku kepentingan dalam pengembangan rumput laut di Majene.
Indah memaparkan hasil riset tentang rumput laut bersama tim yang tergabung dalam program Ground Work Analysis (GWA)pada kegiatan diseminasi.
Wadek II Fakultas Peternakan dan Perikanan Unsulbar, Marsudi membuka acara yang dilaksanakan di Aula Theater, Kampus Padha-padhang, Unsulbar, Senin (7/8/2023).
Baca Juga: Terbaru! IAIN Parepare Peringkat I PTKIN di Kawasan Timur Indonesia Versi Webometrics
Diseminasi itu bertajuk optimilisasi potensi rumput laut sebagai penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Majene.
Sementara itu, anggota tim GWA, Suparjo Razasli Carong mengatakan, program GWA 2022-2023 adalah kerjasama Conservation Strategy Fund (CSF) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, dalam upaya mendukung keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan.
Para peneliti, kata Suparjo, merekomendasi agar pemangku kepentingan memberikan dukungan mulai dari perizinan, bantuan pembibitan, zonasi lahan hingga inovasi teknolgi.
Baca Juga: Motor Ambulans Kodam Hasanuddin Segera Beroperasi di Daerah Pelosok
Sementara itu, Program Manager Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (YSKI)- Conservation Strategy Fund (CSF) Abdul Muis Sulaiman menyampaikan harapan agar dari hasil riset ini dapat diterapkan sehingga membawa manfaat bagi masyarakat.
Tim riset GWA Rumput Laut melibatkan para ahli perikanan dan lingkungan yakni Dr Nur Indah Sari Arbit dan Suparjo Razasli Carong MSc. Kedunya merupakan dosen Unsulbar.
Ada juga Erwin MM, Dian Lestari MSi, Mulihartati Thabrani SPi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene, serta Prof Dr Fadli Syamsudin, M.Sc dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat dan BRIN.
(***)




