POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Berbasis STEM Project kepada siswa SMPN 7 Majene.

Kegiatan tim dosen Unsulbar bertujuan memberi edukasi mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus mengembangkan keterampilan ilmiah siswa melalui pendekatan science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Pelatihan ini digagas oleh tim dosen lintas prodi Unsulbar yang terdiri dari Nor Indriyanti, Kasmiati, dan Jumriani.

Mereka memperkenalkan eco enzyme sebagai solusi inovatif untuk mengurangi timbulan sampah organik, khususnya limbah buah dan sayuran, yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di berbagai daerah.

Baca Juga: Ahmad Barambangy Pimpin Seleksi Perdana PPIH Sejak Dilantik di Sulbar

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik dengan gula merah dan air. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pengendali bau, hingga pupuk organik yang ramah lingkungan.

Melalui pelatihan ini, siswa SMPN 7 Majene belajar langsung bagaimana limbah dapur dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekologis.

"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sampah organik tidak harus berakhir di TPA. Dengan eco-enzyme, siswa bisa mengubah limbah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai,” ujar Nor Indriyanti, ketua tim pengabdian dalam keterangan tertulis.

Menurut tim pengabdian, kegiatan ini sejalan dengan komitmen Unsulbar dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pola konsumsi berkelanjutan, serta aksi terhadap perubahan iklim.

Baca Juga: UMI Terjunkan Tim Medis dan Teknologi Drone Bantu Korban Bencana Sumatera

“Kami berharap program ini bisa berlanjut dan menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler, sehingga siswa dapat menerapkan eco-enzyme secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Kasmiati, salah satu anggota tim.

Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, siswa SMPN 7 Majene diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat sekitar. ***