POJOKSULSEL, POLMAN - Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Hilirisasi Praktik Green Accounting pada UMKM Desa Laliko: Pendekatan Tata Kelola Keuangan Berbasis Spiritualitas dan Kearifan Lokal Sebagai Upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.”

Kegiatan PkM Unsulbar berlangsung pada 11 September 2025 dan diikuti oleh 15 pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok Saiq Massipa di Desa Laliko, Kabupaten Polewali Mandar..

Kegiatan ini dipimpin oleh Abdul Galib sebagai ketua tim dosen, dengan anggota Nur Wahyuni Syahrir.

Program ini merupakan wujud nyata komitmen Unsulbar dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan tata kelola keuangan berbasis digital dan berkelanjutan dengan integrasi krarifan lokal.

Baca Juga: Daftar Lengkap 15 Kepala Madrasah Baru di Sulsel Resmi Dilatik, Ini Pesan Ali Yafid

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai tata kelola keuangan berbasis digital serta penerapan praktik green accounting.

Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam aktivitas usahanya.

Abdul Galib selaku ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencatatan keuangan semata, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ekospiritual dan tanggung jawab lingkungan dalam praktik bisnis.

“Kami ingin mendorong agar pelaku UMKM di Desa Laliko tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan usahanya,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua PKK Parepare Andi Arfiah Tasming Ajak Pelaku Usaha Go Digital untuk Perluas Pasar

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan para pelaku UMKM. Kepala Desa Laliko menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Sulawesi Barat atas pelaksanaan kegiatan ini. Pendampingan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM yang lebih modern dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Desa Laliko.

Hal senada juga disampaikan oleh Ashari, selaku pembina kelompok UMKM Saiq Massipa.

Baca Juga: Unhas Dominasi Pimnas Tahun 2025, 20 Tim PKM Universitas Hasanuddin Siap Tanding

“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan pelaku usaha kami. Mereka kini memahami pentingnya pencatatan keuangan digital dan konsep green accounting untuk menjaga keberlangsungan usaha serta kelestarian lingkungan di sekitar,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Laliko dapat menerapkan tata kelola keuangan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Majene.

***