POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam meresmikan rumah adat Saoraja Karaeng Loe ri Pakere, Senin (12/8/2024)

Dengan begitu, Saoraja Karaeng Loe ri Pakere menjadi destinasi wisata budaya baru di Kabupaten Maros.

Berdiri kokoh di atas lahan seluas satu hektare, Saoraja Karaeng Loe ri Pakere telah menghabiskan anggaran Rp2 miliar.

Baca Juga: Unhas Sambut 9 Ribu Lebih Mahasiswa Baru pada PKKMB 2024, Prof JJ: Kita Adalah Universitas Luar Biasa!

Saoraja Karaeng Loe ri Pakere berlokasi di Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Soaraja yang baru diresmikan Chaidir Syam itu adalah bangunan replika dari bangunan yang aslinya.

Proses pembangunan ini tidak dilakukan sembarangan, tetapi didasarkan pada kajian akademis dan masukan dari tim ahli cagar budaya, sehingga bangunan yang berdiri saat ini diharapkan memiliki kesamaan yang erat dengan bangunan aslinya.

Baca Juga: Husni Syam Bangga Purnawirawan Angkatan Darat se Sulawesi Selatan Berkumpul di Kota Parepare

“Pembangunan Saoraja Karaeng Loe ri Pakere ini bertujuan untuk mempertahankan dan melestarikan adat budaya di Maros," kata Chaidir Syam dalam siaran pers.

Saoraja ini akan menjadi simbol budaya dan adat yang penting, khususnya sebagai simbol Saoraja to Manurung ri Pakere.

Saoraja ini nantinya akan difungsikan untuk berbagai kegiatan adat di Kabupaten Maros.

Baca Juga: Profil Pj Bupati Bone Andi Winarno, 14 Tahun Lebih Berkarir di Kota Kelahiran Jusuf Kalla

Selain itu, bangunan ini juga akan dijadikan destinasi wisata budaya bagi masyarakat umum dan pelajar yang ingin mengenal lebih dalam tentang kebudayaan Maros.

Di dalam Saoraja, akan dipamerkan berbagai artefak peninggalan Kerajaan Karaeng Loe ri Pakere, termasuk pakaian adat dan alat makan tradisional, sehingga bangunan ini akan berfungsi mirip dengan sebuah museum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Patiroi, menambahkan bahwa sebelum pembangunan dimulai, telah dilakukan kajian sejarah untuk memastikan akurasi dan autentisitas bangunan.

Proses pembangunan ini dimulai pada tahun 2023 dengan total anggaran sebesar Rp2 miliar.

Dengan rampungnya pembangunan dan peresmian Saoraja Karaeng Loe ri Pakere, diharapkan simbol budaya ini dapat terus dijaga dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang sebagai warisan berharga dari Kabupaten Maros. ***