POJOKSULSEL, MAROS - Tumpukan buku mulai memenuhi sudut Lapangan Pallantikang Kabupaten Maros, Senin pagi (18/5/2026).
Di bawah langit yang basah, satu per satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Maros datang membawa buku di tangan mereka. Ada yang membawa buku pelajaran, novel anak, ensiklopedia, hingga buku motivasi dan perjuangan.
Pemerintah Kabupaten Maros (Pemkab Maros) melalui gagasan Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, meluncurkan Gerakan Donasi Buku dengan target mengumpulkan 1.000 judul buku hingga 4 Juli 2026 mendatang.
Tak sekadar seremoni, gerakan itu menjadi simbol semangat berbagi pengetahuan. Setiap ASN diwajibkan menyumbangkan minimal satu buku. Buku-buku yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah di Maros, terutama sekolah yang masih membutuhkan tambahan bahan bacaan.
Di tengah kegiatan, penyerahan buku dilakukan secara simbolis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Baca Juga: Wali Kota Lepas 92 Jemaah Calon Haji Parepare, Tasming Hamid Berbagi Pengalaman Berhaji
Namun yang paling menarik bukan hanya prosesi penyerahan itu, melainkan antusiasme para peserta. Banyak ASN datang sambil membawa beberapa buku sekaligus. Sebagian bahkan tampak memilah buku terbaik yang mereka miliki untuk disumbangkan.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keinginan sederhana agar semakin banyak anak di Maros memiliki akses terhadap buku bacaan.
“Ini upaya menumbuhkan budaya berbagi ilmu serta mendorong semangat membaca di kalangan pelajar,” katanya.
Bagi Chaidir Syam, buku bukan sekadar kumpulan kertas berisi tulisan. Buku adalah jendela pengetahuan yang dapat membuka mimpi dan memperluas cara pandang generasi muda. Karena itu, ia ingin budaya membaca terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di era digital saat minat baca kerap teralihkan oleh gawai dan media sosial.
Di antara tumpukan buku yang mulai menggunung, tersimpan harapan besar. Ada harapan tentang anak-anak yang kelak menemukan cita-citanya lewat sebuah buku cerita. Ada pula harapan tentang pelajar di pelosok desa yang akhirnya memiliki bahan bacaan baru di perpustakaan sekolah mereka.
Baca Juga: Kucium Kau di Depan Kakbah
Gerakan donasi buku tersebut juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi sederhana dapat memberi dampak besar. Pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat bergerak bersama untuk mendukung pendidikan melalui cara yang mudah namun bermakna.
Hingga kegiatan berlangsung, respons positif terus berdatangan. ASN yang hadir mengaku senang bisa terlibat dalam gerakan literasi tersebut. Sebagian berharap program serupa dapat dilakukan secara rutin agar budaya berbagi buku semakin berkembang di Maros.
Di Lapangan Pallantikang hari itu, buku-buku tak hanya dikumpulkan. Lebih dari itu, semangat berbagi ilmu sedang ditanamkan. Sebab dari satu buku yang diberikan, bisa lahir banyak mimpi dan masa depan baru bagi generasi muda Maros. ***




