POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam membawa rombongan belajar konsep inklusivitas di Jawa Tengah (Jateng).
Puluhan kepala desa, lurah, camat, dan jajaran OPD Pemkab Maros ikut dalam rombongan Chaidir Syam.
Chaidir Syam bersama rombongan menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membicakan konsep desa inklusi pada Minggu (23/7/2023) malam.
Baca juga Pemkab Kepulauan Selayar Terima Penghargaan Koperasi Tingkat Pratama
Pertemuan rombongan Chaidir Syam dengan Ganjar Pranowo dilakikan setelah berkeliling ke sejumlah desa inklusi di wilayah Jawa Tengah.
"Kami mengajak kades, lurah, camat hingga jajaran OPD ke Jateng bertemu Pak Ganjar Pranowo untuk belajar tentang inklusivitas," kata Chaidir Syam, Senin (24/7/2023)
Ia mengatakan, Pemkab Maros bersama para stakeholder sedang berjuang mewujudkan Kabupaten sebagai kabupaten inklusi. Salah satunya belajar ke Jateng.
Baca juga Ternyata Ini Makna di Balik Ramainya Penyambutan Jemaah Haji
Menurut Chaidir Syam, Jateng merupakan daerah yang paling baik dalam penerapan inklusivitas. Banyak cerita baik dan hal baik yang telah dilakukan Provinsi Jateng.
"Kami mendapatkan banyak pengalaman dan cerita baik tentang inklusivitas di sini. Program desa inklusi di Jateng sangat keren dan pasti akan kami tiru di wilayah kami," ucapnya.
Beberapa program baik di desa inklusi Jateng, lanjut Chaidir Syam, seperti pelayanan kependudukan dan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, akses modal dan pendampingan bagi kelompok perempuan hingga pemenuhan hak-hak anak.
"Keterlibatan kelompok disabilitas, perempuan dan anak dalam pembangunan di Jateng benar-benar dilakukan. Itu karena Pak Ganjar yang memberikan contoh langsung dan diikuti bawahannya. Insyaallah akan kami terapkan di Maros," katanya.
Baca juga Mantap! Pemkot Parepare Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya Ketiga Kalinya
Sementara itu,Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik kedatangan Bupati Maros dan rombongan untuk belajar desa inklusi di Jateng. Menurutnya, semangat Bupati Maros dengan membawa jajaran kades, lurah, camat hingga OPD membuktikan bahwa semangat mewujudkan inklusivitas di Maros benar-benar menyala.
"Pak Bupati kreatif sekali, yang diajak langsung kadesnya sehingga bisa belajar langsung. Keren Pak Bupati," ucapnya.
Ganjar Pranowo menerangkan, awal pembentukan desa inklusi karena banyak masukan dari kelompok penyandang disabilitas, perempuan dan anak yang kerap tidak dilibatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, ia mencoba memberikan fasilitas dan melibatkan mereka dalam pembangunan.
"Idenya adalah no one left behind, jadi bagaimana kelompok-kelompok itu mendapatkan ruang untuk terlibat aktif. Makanya setiap Musrenbang, tiga kelompok itu yang selalu saya berikan kesempatan bertanya dan memberikan masukan pertama, setelah itu baru kelompok lainnya," ungkap Ganjar Pranowo.
Baca juga Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Poros Sidrap Soppeng
Ganjar Pranowo menuturkan, Jateng hingga kini terus melakukan pengembangan inklusivitas. Semua upaya dan ikhtiar terus dilakukan, agar semua anak bangsa mendapatkan ruang dan hak yang setara.
"Mudah-mudahan ada yang bisa dibagi. Jateng tidak terlalu hebat, hanya kami mulai dari dulu dan terus berikhtiar untuk berbuat yang lebih baik," terangnya.
(***)




