POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Maros, Chaidir Syam, mengusulkan enam komoditas perkebunan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Maros dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Jakarta

Enam komoditas perkebunan yang diusulkan Bupati Maros yakni kakao, cengkeh, kelapa genjah, aren genjah, kopi robusta, dan jambu mete.

Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung percepatan hilirisasi yang tengah didorong pemerintah pusat.

“Khusus kakao itu ketersediaan lahannya mencapai 366 hektar, sementara cengkeh sekitar 200 hektar,” ungkap Chaidir Syam dikutip rilis Pemkab Maros.

Baca Juga: Satgas PPK Unhas Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Fakultas Vokasi

Rakor dibuka langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan turut dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian serta seluruh kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Kamis (25/9/2025).

Mentan Amran menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran Rp9,95 triliun melalui alokasi belanja tambahan (ABT) periode 2025–2027 untuk meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan. Anggaran itu difokuskan pada pengembangan kelapa, tebu, kopi, kakao, hingga lada.

“Total anggaran hampir Rp10 triliun ini merupakan upaya membangkitkan kembali kejayaan Indonesia sebagai pusat rempah-rempah dunia,” ujar Amran.

Baca Juga: Kabar Duka! Ibunda Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi Berpulang

Dari program hilirisasi tersebut, pemerintah menargetkan nilai tambah ekonomi hingga Rp138,49 triliun. Rakor diikuti 29 provinsi dan 259 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Maros yang menyatakan komitmennya menyukseskan program strategis ini.  ***