POJOKSULSEL, MAKASSAR - BTT atau belanja tidak terduga Pemda Luwu Utara mencapai Rp10 miliar. Sebanyak 31 ribu KK (kepala keluarga) dapat bantuan pangan beras.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengatakan, penggunaan BTT Rp10 miliar Pemda Luwu Utara, akan disesuaikan dengan kebutuhan. Termasuk dalam menghadapi kekeringan akibat el nino.

Indah Putri Indriani mengatakan, penggunaan BTT Pemda Luwu Utara akan diawali dengan asesmen terkait dengan kebutuhan.

Baca Juga: Dokter RSUD Andi Makkasau Parepare Bagi Tips 4 Cara Cegah Gigi Berlubang

"Biasanya teman-teman BTT itu sudah mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan," kata dia.

Ia juga menyinggung sistem pompanisasai untuk atasi kekeringan akibat el nino. Menurut Indah Putri Indriani, sistem pompanisasi tidak bisa diterapkan di semua wilayah.

Sehingga, Pemda Luwu Utara akan memastikan bahwa cadangan bahan pangan atau CBP, cukup hingga musim hujan tiba. "Terutama periode 3 bulan ke depan ini kita antisipasi sebenarnya," kata dia.

Baca Juga: Pemkab Gowa Siapkan 2 Skema Atasi El Nino, 4 Wilayah Mulai Terdampak Kekeringan

Sejauh ini, lanjut Indah Putri Indriani, CBP Pemda Luwu Utara belum digunakan. Apalagi, pemerintah pusat mulai distribusi bantuan pangan beras.

"Luwu Utara kebetulan ada 31 ribu lebih kepala keluarga yang diberikan. Ini juga cukup membantulah saya kira," ungkap Indah Putri Indriani.

Tidak hanya itu, Indah Putri Indriani justru mewanti-wanti produksi gabah petani ke depan turun akibat kekurangan air.

Baca Juga: Besok, Talent Film Rantemario Teken Kontrak. Ini Kata Sutradara Indra J Mae

"Misalnya kalau sawah mengandalkan tadah hujan sudah pasti akan kesulitan karena hujan sudah semakin berkurang,"ujarnya.

Ia mengatakan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pengendalian inflasi beras pada musim kekeringan akibat el nino. ***