POJOKSULSEL, MAKASSAR - Buku Imam Lapeo, Wali dari Mandar, Sulawesi Barat, akan dibahas padan bincang Forum 17an di Rumah Singgah Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Rabu (22/5/2024) malam.

Narasumber bincang buku Imam Lapeo pada Forum 17an, yaitu Zuhriah selaku penulia Buku Imam Lapeo dan Pembina Gusdurian Polman Damalis.

Bincang buku Imam Lapeo pada forum 17an dilksanakan oleh Gusdurian Polman.

Baca Juga: AJI Kota Mandar Minta DPR RI Hapus Pasal Bermasalah di RUU Penyiaran

"Untuk penyelenggara dalam kegiatan ini adalah lembaga atau organisasi Gusdurian Polman," kata Koordinator Gusdurian Polman, Abd Hamid.

Ia mengatakan, kegiatan itu meliputi banyak elemen atau lembaga hingga komunitas literasi yang tergabung.

"Namun saat ini difokuskan atau dipusatkan sebagai penyelenggara adalah Gusdurian Polman," ujar Abd Hamid.

Baca Juga: KJPP Minta RDPU ke DPRD Sulsel Terkait Dugaan Pelanggaran Tahapan Rekrutmen KPID

Dirinya menjelaskan, forum 17an adalah salah satu kegiatan rutin skala nasional bahkan internasional untuk lembaga Gusdurian.

Pada forum 17an kali ini cukup menarik. Sebab, akan membahas beberapa selayan pandang atau jejak salah satu Wali di tanah Mandar yang dikenal dengan sapaan Imam Lapeo.

Nama lengkap Annangguru Imam Lapeo adalah KH Muhammad Tahir.

Baca Juga: Prof Zudan Dorong Kebangkitan Sulawesi Selatan Lewat Percepatan Transformasi Digital

"Ini pula akan disampaikan langsung oleh penulis buku Imam Lapeo sekaligus cucu dari Imam Lapeo," katanya.

Buku Imam Lapeo, Wali daei Mandar, Sulawesi Barat, ditulia oleh Zuhriah. Ia merupakan cucu Annangguru KH Muhammad Tahir.

Buku tersebut merupakan hasil dari tesisi penulis dengan tebal 177 halaman.

Penulis juga melengkapi tentang biografi Imam Lapeo, konstruksi Imam Lapeo, ziarah ke Imam Lapeo, dan penutup.

Buku Imam Lapoe diterbitkan pada tahun 2020 oleh Penerbit Gading, Yogyakarta. ***