POJOKSULSEL, GOWA – Event tahunan Beautiful Malino kembali digelar tahun ini dan dijanjikan tampil lebih meriah serta berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Acara Beautifull Malino akan berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Juli 2025 mendatang.

Asriani, General Manager Double Helix selaku event organizer (EO) Beautifull Malino, membeberkan berbagai jenis kegiatan yang akan mewarnai gelaran Beautiful Malino 2025.

Baca Juga: Sulsel Respons Skema Block Seat Pemprov Sulbar, Bahas Kolaborasi Perkuat Konektivitas Udara

Mulai dari culinary showcase, culture camp, lomba lari, trail run, lomba tari, festival karnaval, fashion show, musik, permainan tradisional, hingga pameran budaya.

Tak hanya itu, juga akan hadir workshop bambu, Malino Magical Forest, cooking challenge, Malino Fashion Week, lomba menggambar, hingga story telling.

“Semua ini akan ada selama pelaksanaan Beautiful Malino, ditambah kehadiran 30 UMKM tenant dan sejumlah kegiatan baru yang sebelumnya belum pernah ada,” ungkap Asriani dikutip rilis Humas Pemkab Gowa.

Baca Juga: RSP UIN Alauddin, Rumah Sakit Pendidikan Berfasilitas Lengkap dengan 16 Poli Spesialis, Apa Saja?

Pemkab Gowa pun memasang target tinggi. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menargetkan jumlah pengunjung tembus 100 ribu selama lima hari pelaksanaan. Angka ini melonjak dari capaian tahun lalu yang mencapai 65 ribu pengunjung.

“Kegiatan ini kita sajikan lebih beragam dan lebih fresh dari tahun lalu. Makanya target pengunjung kita juga naik,” ujar Husniah Talenrang saat memimpin Rapat Pemantapan Beautiful Malino di Baruga Karaeng Galesong.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Gowa fokus pada aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Baca Juga: Yuk Daftar di Pascasarjana UIN Palopo, Ini 6 Prodi Magister yang Ditawarkan

“Dengan target yang lebih besar, maka potensi kerawanan juga meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama TNI-Polri dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan,” jelas Husniah Talenrang.

Bupati Husniah juga berharap Beautiful Malino 2025 bisa mengangkat nama Gowa ke kancah nasional dan menjadikan event ini sebagai bagian dari kalender pariwisata nasional.

“Kita ingin memperkenalkan keindahan alam, sejarah, dan kebudayaan Malino kepada wisatawan. Karena itu, persiapan harus betul-betul matang, terutama dalam menjaga kenyamanan para pengunjung,” pungkasnya.

Diketahui, Beautiful Malino pertama kali digelar pada 2017 dan menjadi salah satu magnet wisata di Sulsel.

Meskipun sempat vakum saat pandemi, kini event ini bangkit dan diyakini mampu menggairahkan ekonomi lokal, khususnya di kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, serta wilayah sekitarnya.

Dengan persiapan matang dan kolaborasi lintas sektor, Beautiful Malino 2025 diyakini akan menjadi salah satu event wisata paling ditunggu, bukan hanya di Sulsel, tapi juga secara nasional.

 ***