POJOKSULSEL, GOWA - Meski kalender menandai hari libur, suasana religius tetap terasa di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Minggu (22/6/2025).
Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Sungguminasa justru memanfaatkan waktu luang mereka untuk memperdalam ilmu agama melalui berbagai program pembinaan rohani.
Program pembinaan keagamaan seperti tahfiz Alquran, kajian tafsir, hingga bimbingan keislaman tetap digelar tanpa jeda di Lapas Narkotika Sungguminasa.
Baca Juga: 62 Atlet Maros Siap Tempur di Pra Porprov Sulsel 2025, Target Tembus Lima Besar
Petugas pembina dan para ustaz mitra dari luar lapas hadir mendampingi para WBP dengan semangat yang tak kalah tinggi dari hari-hari biasa.
Hari itu, materi pembinaan diisi oleh Rifai, Petugas Pembinaan Kepribadian Lapas, yang mengangkat tema Belajar Islam dari Nol.
Dalam sesi ini, WBP dibimbing untuk memahami dasar-dasar agama, khususnya tata cara bersuci dari hadats dan najis yang menjadi syarat sahnya ibadah salat.
Baca Juga: Tasming Hamid Tunjuk Amarun Agung Hamka sebagai Plh Sekda Kota Parepare
“Materinya disampaikan secara interaktif, supaya lebih mudah dipahami, apalagi banyak dari mereka yang baru belajar dari awal,” kata Rifai.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Dian Eka Junianto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pilar penting dalam membentuk karakter warga binaan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang pembelajaran agama secara konsisten, termasuk di hari libur. Ini bagian dari kesungguhan kami membina mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Dipimipin AKBP Aldy Sulaeman, Ini Nama-Nama Kasat dan Kapolsek lingkup Polres Gowa Sertijab
Program pembinaan ini pun mendapat sambutan hangat dari para WBP. Mereka merasa belajar agama membantu menjaga ketenangan batin, mendorong introspeksi, dan menumbuhkan harapan baru untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Pembinaan keagamaan di Lapas Narkotika Sungguminasa menjadi bukti bahwa semangat perubahan bisa tumbuh bahkan di balik jeruji besi, selama ada ruang dan kesempatan yang diberikan secara berkelanjutan.
***




