POJOKSULSEL, MAMUJU – Maskapai Batik Air resmi menghentikan penerbangan rute Mamuju–Makassar mulai 1 Juni 2025.
Alasan Batik Air setop penerbangan Mamuju - Makassar karena kursi penumpang tak pernah penuh.
Langkah Batik Air itu sontak jadi sorotan. Pasalnya, rute tersebut merupakan salah satu jalur vital penghubung Sulbar dan Sulsel.
Baca Juga: Pementasan di Tengah Hutan? PPCA 2025 TKU Unhas Bikin Penasaran, Ini Pesan Ceritanya!
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka ?SDK), tak tinggal diam. Pemprov Sulbar langsung gerak cepat menjajaki ulang komunikasi dengan pihak Lion Air Group, induk Batik Air dan Wings Air. Skema subsidi kembali dibuka.
Kepala Dinas Perhubungan Sulbar Maddareski Salatin menjelaskan, agenda pertemuan antara Gubernur Suhardi Duka dan pihak Lion Air sudah terjadwal.
Selain itu, Gubernur juga membangun komunikasi dengan Pemprov Sulsel terkait pemberian subsidi untuk maskapai yang akan menjadi mitra untuk penerbangan rute Mamuju - Makassar.
Baca Juga: Lebaran Kurban: Proklamasi Kemanusiaan
"Karena ini soal penumpang, sangat kurang sehingga kita akan upayakan melalui pemberian subsidi," ucap Maddareski dikutip rilis dari laman Sulbar Prov.
Saat ini, Wings Air masih beroperasi di rute Mamuju–Balikpapan empat kali seminggu. Rute ini dinilai stabil dan tidak bermasalah.
Namun tidak demikian dengan Mamuju–Makassar. Meski izin operasi harian sudah dikantongi Batik Air, frekuensi penumpang tak memenuhi kuota minimum. Akhirnya, jadwal kian jarang, lalu dihentikan total.
Baca Juga: Unsulbar Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Prodi Kedokteran, Simak Besaran UKT dan Biaya IPI
"Tidak memenuhi 70 persen dari jumlah seat," kata Maddareski,
Sebab itu, melalui pemberian subsidi nantinya, ketika penumpang di bawah dari 70 persen dari jumlah seat maka akan disubsidi dari pemprov Sulbar. ***
Maskapai Batik Air resmi menghentikan penerbangan rute Mamuju Makassar 2025 karena rendahnya jumlah penumpang yang tak memenuhi 70 persen kapasitas kursi.




