POJOKSULSEL, GOWA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menyiapkan skema supaya cabai tidak lagi menyumbang inflasi di tahun 2024.
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, Pemprov Sulsel telah menggalakkan penanaman tanaman hortikultura cabai. Panen tiga bulan ke depan.
"Makanya lagi kita tanam banyak ini, lagi tanam banyak. Memang ini baru tanam kan. Nanti akan ada hasilnya tiga bukan ke depan," kata Bahtiar Baharuddin kepada wartawan, Senin (15/1/2024).
Bahtiar Baharuddin terus mendorong petani cabai di Sulsel agar menjadikan hortikultura cabai sebagai tanaman bisnis. Hasil pertanian cabai sangat menjanjikan.
Baca Juga: Lihat Nih! Andi Sudirman Sulaiman Disambut Hangat Warga Desa Punaga Kabupaten Takalar
Ia mengatakan, hasil pengecekan di lapangan, menanam cabai sangat menguntungkan. Omzet yang bisa dihasilkan dari tanaman cabai bisa mencapai Rp800 juta per hektare
"Orang yang menanam hortikultura cabai itu cukup menguntungkan. Satu hektare bisa menghasilkan Rp600 juta sampai Rp800 juta satu hektarenya," kata Bahtiar Baharuddin, saat sesi wawancara usai mengecek Gudang Logistik KPU Kabupaten Gowa.
Terlebih, kata Diren Polpum Kemendagri itu, pemerintah telah menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk tanam cabai.
Baca Juga: Pengelola TWA Bantimurung Kabupaten Maros Batasi Aktivitas Pengunjung Selama Musim Hujan
"Oleh karenanya sekarang sudah ada KUR untuk tanam cabai. Mungkin sampai Rp80 sampai Rp100 jutaan untuk tanam cabai. Tiga bulan bisa panen," ujarnya.
Bahtiar Baharuddin mengatakan, tanaman cabai bisa bertahan sampai dua tahun. Bahkan, di Kabupaten Enrekang ada cabai Salo Dua yang bisa bertahan sampai 4 tahun
Cabai Salo Dua hanya ada di Kabupaten Enrekang. Keunggulan hortikultura cabai tersebut sudah diakui.
Baca Juga: Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir Serap Aspirasi Guru Mengaji hingga Imam Masjid
"Itu kalau cabai pada umumnya usianya dua tahun, ini empat tahun," katanya.
Bahtiar Baharuddin mengatakan, cabai Salo Dua sedang dalam proses sertifikasi dengan balai benih supaya bisa diproduksi massal dan bisa masuk dalam rancangan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
"Itu juga bisa menjadi peluang bagi masyarakat kita khususnya Enrekang untuk mendapatkan nilai tambah baru lagi. Jadi besok bisa jualan benih cabai selain jualan cabai itu sendiri," pungkas Pj Gubernur Sulsel. ***




