POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kabar gembira datang dari dunia pendidikan tinggi Islam. UIN Palopo kini resmi berdiri, menggantikan status sebelumnya sebagai IAIN Palopo.

Peresmian alih bentuk ke UIN Palopo disampaikan langsung oleh Prof Sahiron, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, dalam sambutannya pada wisuda sarjana dan magister IAIN Palopo, Sabtu (10/5/2025).

Dalam pernyataannya yang disampaikan secara daring melalui Zoom, Prof Sahiron menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh sivitas akademika UIN Palopo, termasuk kepada Rektor Abbas Langaji, jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Masih Terima Pendaftar UM PTKIN, Ini 36 Prodi Tersedia

Menurut Prof Sahiron, perubahan ini adalah buah dari perjuangan panjang dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan kelembagaan kampus ke arah yang lebih maju.

"Kami pertama kali ingin menyampaikan bahwa marilah kita bangun UIN Palopo ini, dengan lebih baik lagi," kata Prof Sahiron seperti dilihat Pojoksulsel di siaran Youtube Humas IAIN Palopo, Sabtu (10/2/2025).

Ia menekankan pentingnya membangun UIN Palopo secara menyeluruh, mulai dari kualitas akademik, infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: MDA Audiensi Perdana dengan Bupati Luwu, Sepakat Percepat Realisasi Proyek Awak Mas

Lebih lanjut, Prof Sahiron mendorong peningkatan kualitas dosen dengan mendukung studi lanjut ke jenjang doktoral (S3) serta pengembangan jabatan fungsional hingga profesor.

"Semua harus bekerja keras untuk memajukan SDM UIN Palopo, kalau ada sebagian dosen yang belum S3, Pak Rektor silakan di S3-kan, mudah-mudahan mendapatkan beasiswa," katanya.

"Kalau ada yang mau menbayar biaya kuliahnya secara mandiri, silakan diizinkan, supaya kualitas SDM kita di UIN Palopo makin berkembang," tambahnya.

Baca Juga: Pengangguran di Sulbar Terkendali, 14 Ribu Tenaga Kerja Terserap dalam Setahun, Daftar 10 Besar TPT

Tak hanya dosen, tenaga kependidikan (tendik) juga diminta untuk terus ditingkatkan kemampuannya melalui pelatihan dan pendidikan lanjut.

Ia juga menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan keterampilan tambahan, seperti penguasaan bahasa Arab dan Inggris, yang menjadi bekal penting di era globalisasi saat ini.

“Mahasiswa harus menguasai lebih dari satu bahasa. Bahasa Arab penting untuk teks-teks keagamaan klasik dan kontemporer, sementara Bahasa Inggris jadi jembatan penting dalam kajian internasional,” jelasnya.

Alih status menjadi UIN membuka peluang lebih luas bagi kampus ini untuk membuka program studi lintas disiplin dan menjalin kerja sama akademik skala nasional hingga internasional. UIN Palopo pun diharapkan menjadi pusat unggulan pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.

***