POJOKSULSEL, GOWA - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi atensi Bupati Adnan Purichta Ichsan.

Adnan Purichta Ichsan memberikan instruksi kepada para pimpinan SKPD terkait, camat, lurah, dan kepala desa untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Terutama camat pada 9 kecamatan di dataran tinggi.

"Biasanya intensitas hujan seperti ini, kita mengantisipasi banjir dan longsor. Utamanya longsor. Karena banyak terjadi kebakaran hutan pada saat kemarau, dan bekas kebakaran tersebut berpotensi mengalami longsor," kata Adnan Purichta Ichsan saat menggelar Coffee Morning, Senin (15/1/2024).

Baca Juga: Anregurutta KH Djunaid Sulaiman Jual Kalender hingga Sumatera dan Kalimantan (3)

Secara khusus Adnan meminta kepada 9 camat di dataran tinggi Kabupaten Gowa untuk memperhatikan lokasi-lokasi yang berpotensi banjir dan longsor.

Adapun 9 kecamatan yang berada di dataran tinggi Kabupaten Gowa meliputi Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu, dan Biringbulu.

Pada kesempatan itu, Adnan juga menyampaikan kepada para camat, lurah, dan kepala desa, untuk memberitahu warganya yang berada di wilayah berpotensi longsor agar mengungsi sementara ke wilayah yang aman. 

"Masyarakat yang berada di lokasi yang berpotensi longsor kita harapkan dapat mengungsi dulu ke daerah yang aman. Nanti kembali setelah ada pemberitahuan lebih lanjut dari BMKG," tambah Bupati Gowa dua periode ini. 

Baca Juga: Ciri-ciri Perkutut Bangkok yang Bersuara Merdu, Dijamin Makin Betah di Rumah Dengar Anggungannya

Adnan juga meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa mulai hari ini untuk aktif memberikan informasi prakiraan cuaca dari berbagai sumber, serta meminta para camat untuk membuat posko siaga bencana mulai hari ini. 

"Sebagai langkah awal, perkuat kolaborasi dengan stakeholders yang ada, baik itu PMI, Basarnas, Pramuka, dan lain-lain. Semoga Kabupaten Gowa bisa terhindar dari hal-hal yang kita sama-sama tidak inginkan," harapnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Gowamemberlakukan pembelajaran online atau sekolah daring.

Baca Juga: Samsung Luncurkan Galaxy A15 Series, Dibanderol Mulai Rp2 Jutaan

Keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa memberlakukan sekolah daring karena pertimbangan cuaca ekstrem. Curah hujan sangat tinggi disertai angin kencang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad mengatakan, pemberlakuan sekolah daring bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden yang mungkin dapat membahayakan keselamatan guru dan peserta didik jika harus keluar rumah.

Taufiq Mursad mengatakan, Disdik Gowa sudah mengeluarkan surat edaran terkait pemberlakuan sekolah daring selama masa cuaca ekstrem.

"Jika terjadi kondisi yang tidak memungkinkan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan secara luring, maka pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara daring," kata Taufiq Mursad.

Baca Juga: Khofifah Akan Berpamitan di Acara Harlah, Dorong Kader Bersiap Urus Muslimat NU

Ia mengatakan, surat edaran itu sebagai langkah pemantauan Disdik Gowa terhadap lingkungan di sekitar satuan pendidikan yang ada.

"Karena setiap Kepala Sekolah dan Pengawas kami minta membuat laporan tertulis mengenai kondisi terkini yang terjadi di lingkungan sekolah," katanya.

Ia meminta agar seluruh kepala sekolah, pengawas, dan loordinator wilayah melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan di satuan pendidikan. 

"Sesuai arahan Bapak Bupati pada Coffee Morning yang diikuti para pimpinan SKPD dan Camat se-Kabupaten Gowa, maka kami dari Dinas Pendidikan melalui  kepala sekolah, pengawas, dan koordinator wilayah mulai hari ini membuat Posko dan Tim Tanggap Cuaca Ekstrem di Kecamatan masing-masing," lanjutnya.***