POJOKSULSEL, MAROS — Sebanyak 21.458 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Maros mulai menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum Bulog Cabang Makassar. Bantuan ini merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli 2025.

Pimpinan Cabang Bulog Makassar, Karmila Hasmin menjelaskan bahwa setiap KPM akan mendapatkan bantuan pangan dengan total 20 kilogram beras, dengan pembagian 10 kilogram untuk bulan Juni dan 10 kilogram untuk bulan Juli.

“Penyaluran bantuan pangan ini sudah dimulai hari ini di Kabupaten Maros.Setiap KPM akan menerima 20 kilogram beras untuk dua bulan,” ujar Karmila dikutip rilis Humas Pemkab Maros, Kamis (17/7/2025).

Baca Juga: 15 Pejabat Eselon II Pemprov Sulbar Dilantik, Herdin Ismail Jabat Kepala BKD, Arianto Sekretaris DPRD

Ia menambahkan, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap melalui kantor desa dan kelurahan sebagai titik pembagian agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Secara keseluruhan, Bulog Cabang Makassar telah menyiapkan sebanyak 3.400 ton beras untuk lima wilayah tanggungannya, yaitu Kota Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, dan Takalar.

“Kami menyalurkan 1.700 ton beras per bulan untuk seluruh wilayah. Jadi total untuk Juni dan Juli sebanyak 3.400 ton,” jelasnya.

Baca Juga: Prof Salengke Jadi Dekan Pertama Fakultas Teknologi Pertanian Unhas

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi mengatakan, penyaluran bantuan beras di Maros telah dimulai secara simbolis hari ini.

“Bantuan beras secara simbolis diserahkan kepada 10 kepala keluarga yang mewakili seluruh KPM di Kabupaten Maros,” ujarnya.

Untuk wilayah Kecamatan Turikale, pendistribusian sudah dimulai. Armada pengangkut telah diberangkatkan menuju masing-masing kantor kelurahan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ini Profil Prof Rismaneswati, Dekan Fakultas Pertanian Unhas yang Baru

“Di Kecamatan Turikale tercatat sebanyak 1.479 KPM penerima manfaat. Bantuan ini didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang mencakup masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” terang Suwardi.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, serta meringankan beban ekonomi warga kurang mampu. ***