POJOKSULSEL, MAKASSAR - Andi Muetazim Mansyur menjadi salah satu alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang kini berada di jajaran pimpinan daerah.
Dikutip laman resmi UMI, Andi Muetazim Mansyur merupakan lulusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI itu dipercaya sebagai Wakil Bupati Maros periode 2025 - 2030.
Andi Muetazim Mansyur menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Industri FTI UMI mulai 1993 dan menyelesaikan studinya pada 1999.
Muetazim dilantik bersama Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam pada 20 Februari 2025.
Sebelum memasuki pemerintahan daerah sebagai wakil bupati, Muetazim lebih dulu menghabiskan sebagian besar kariernya di birokrasi Pemerintah Kabupaten Maros, khususnya bidang pekerjaan umum.
Baca Juga: Dampingi Menang Nasaruddin ke Mamuju, Basnang Said Disebut Pulang Kampung: Harus Bertanggung Jawab!
Karier tersebut bahkan dimulai dari posisi tenaga honorer.
Setelah meraih gelar sarjana, ia kemudian masuk ke dunia kerja sebagai tenaga honorer. Dari sana, kariernya berkembang secara bertahap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros.
Sejumlah posisi kemudian dipercayakan kepadanya, mulai dari Kasubag Program, Kepala Bidang Bina Marga hingga Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Pada 2020, Muetazim dipercaya memimpin Dinas PUPR Kabupaten Maros sebagai kepala dinas.
Pengalaman panjang di bidang pekerjaan umum membuat pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bidang yang lekat dengan perjalanan birokrasi Muetazim.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bidik As’adiyah Mamuju Jadi Pesantren Percontohan di Sulawesi Barat
Saat masih berada di PUPR, tugasnya banyak berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah.
Setelah menjadi wakil bupati, cakupan tugasnya pun berubah lebih luas.
Muetazim kini terlibat dalam berbagai agenda pemerintahan Kabupaten Maros, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia hingga pendapatan daerah.
Latar belakangnya sebagai birokrat PUPR juga masih bersinggungan dengan sejumlah proyek pembangunan. Salah satunya dalam koordinasi pembangunan duplikasi Jembatan Pasar Sentral Maros pada 2026.
Selain pemerintahan, Muetazim juga mendapat amanah di organisasi kepemudaan.
Pada Maret 2026, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Maros masa bakti 2026-2031.
Sementara pada Juni 2026, Muetazim membuka pelatihan kompetensi bagi 68 PPPK Paruh Waktu Pemerintah Kabupaten Maros. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi para peserta.
Baca Juga: Rektor Prof Lukman Arake Lantik Pejabat dan Dosen IAIN Bone, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
Perjalanan Muetazim dari kampus hingga pemerintahan daerah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Ia memulai sebagai mahasiswa Teknik Industri UMI pada 1993, menyelesaikan pendidikan pada 1999, kemudian memulai karier dari posisi tenaga honorer sebelum menapaki berbagai jenjang birokrasi.
Dari lingkungan teknis PUPR, perjalanan itu akhirnya membawanya ke kursi Wakil Bupati Maros.
Kini, alumni UMI tersebut menjadi bagian dari pimpinan daerah yang ikut menjalankan pemerintahan Kabupaten Maros untuk periode 2025–2030. ***




