POJOKSULSEL, MAROS - Jenazah Valenth Alexie Tamboto, WNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya tiba di tanah air setelah lebih dari dua bulan menjalani proses pemulangan dari Yerevan, Armenia.
Jenazah Valenth Alexie Tamboto tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Minggu (20/9/2026) malam.
Kedatangan jenazah Valenth Alexie Tamboto disambut Bupati Maros Chaidir Syam bersama pihak keluarga.
Proses pemulangan jenazah dikawal Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan Fanny Wahyu Kurniawan, perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, serta Dinas Tenaga Kerja dan Perlindungan Tenaga Kerja Kabupaten Maros.
Rombongan mendampingi proses pemulangan sejak dari Jakarta hingga jenazah tiba di Maros dan diserahkan kepada keluarga.
Baca Juga: Dekan FST UIN Alauddin Makassar Ikut Rombongan Jusuf Kalla ke China, Pelajari Perkembangan Teknologi
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, pemerintah hadir untuk membantu keluarga sekaligus memastikan proses pemulangan jenazah berjalan hingga selesai.
“Sebagai perwakilan pemerintah Indonesia, kami menyerahkan jenazah kepada keluarga. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Pemerintah Kabupaten Maros, serta pemerintah pusat yang telah membantu proses pemulangan,” kata Chaidir Syam dikutip rilis Humas Pemkab Maros.
Menurut Chaidir Syam, proses pemulangan Valenth berlangsung cukup panjang karena pemerintah harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait persoalan hukum dan identifikasi yang berlangsung di Armenia.
“Memang ini sebuah perjuangan yang begitu panjang. Ada beberapa hal yang sangat terbatas, terutama persoalan hubungan bilateral dengan lokasi kejadian di Armenia,” ujarnya.
Valenth Alexie Tamboto diketahui meninggal dunia di Yerevan pada Rabu, 15 Juli 2026. Berdasarkan informasi awal, Valenth diduga menjadi korban pembunuhan yang melibatkan rekan kerjanya yang juga merupakan WNI.
Baca Juga: Ma’rifah Asal Pangkep Juara I MTQ Nasional 2026, Alumni UIM Al-Gazali
Kasus tersebut hingga kini masih dalam penanganan dan penyelidikan otoritas Armenia.
Kementerian Luar Negeri RI bersama KBRI Kyiv terus berkoordinasi dengan otoritas Armenia terkait penanganan kasus tersebut. Sejumlah WNI yang berada di Armenia juga telah dimintai keterangan untuk kepentingan penyidikan.
KBRI Kyiv sebelumnya telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia untuk memperoleh akses serta memastikan proses penanganan jenazah dan penyelidikan berjalan.
Bagi keluarga, kepulangan jenazah Valenth Alexie Tamboto menjadi momen yang telah lama dinantikan.
Keluarga berharap proses hukum atas kasus tersebut terus dikawal hingga tuntas dan memberikan kejelasan mengenai kematian Valenth Alexie Tamboto.
Valenth Alexie Tamboto dikenal keluarga dan warga sekitar sebagai sosok ramah, penyayang dan mudah bergaul. Ia juga disebut menjadi salah satu tulang punggung keluarganya.
Setelah tiba di Maros, jenazah Valenth Alexie Tamboto selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk menjalani prosesi penghormatan terakhir sebelum dimakamkan. ***




