POJOKSULSEL, MAROS - Bupati Kabupaten Maros Chaidir Syam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk semakin aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan memperluas pasar.

Dorongan tersebut disampaikan Chaidir Syam saat menghadiri Pelatihan Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial dan pendampingan pelaku UMKM di Kantor UPTD PLUT UMKM Kabupaten Maros, Sabtu (15/8/2026).

Chaidir Syam menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran. Karena itu, pelaku UMKM tidak lagi cukup hanya mengandalkan penjualan secara langsung atau offline.

Menurutnya, produk berkualitas tetap membutuhkan strategi promosi yang tepat agar mampu dikenal dan bersaing di pasar yang semakin luas.

“Produk kita mungkin bagus, tetapi bisa kalah di promosi. Karena itu, media sosial sekarang menjadi sangat penting untuk memperkenalkan produk kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Paskibraka Kota Parepare 2026 Dikukuhkan, Tasming Hamid Titip Pesan Ini

Chaidir Syam yang didampingi Kadis Kopurindag Andi SamSofyan dan Kepala UPTD PLUT UMKM Fahmy, juga mengingatkan pelaku usaha agar membuat konten promosi yang menarik tanpa mengubah kondisi produk sebenarnya.

Menurutnya, penggunaan filter, pencahayaan, hingga teknik fotografi diperbolehkan untuk memperkuat tampilan produk. Namun, hasil visual tidak boleh terlalu berbeda dari produk yang diterima konsumen.

“Promosi boleh dibuat menarik, tetapi jangan sampai berbeda jauh dengan produk aslinya. Kalau konsumen merasa tertipu, kepercayaan mereka akan hilang,” katanya.

Ia menegaskan, kejujuran dalam promosi menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan usaha. Terlebih, pengalaman konsumen di era media sosial dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi citra sebuah produk.

Bupati Maros juga mengajak pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan pasar konvensional. Media sosial harus mulai dimanfaatkan secara optimal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Baca Juga: Unhas Pecat Mahasiswa Fakultas Kehutanan, Ini Kronologi Kasus Pelecehan Verbal via WhatsApp

“Jualan langsung tetap dilakukan, tetapi media sosial juga harus dimanfaatkan. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan dua pasar sekaligus, yaitu pasar offline dan pasar online,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah produk lokal Maros yang memiliki kualitas dan cita rasa baik, tetapi belum dikenal luas karena minim promosi di media sosial.

Kondisi tersebut, kata dia, harus dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkuat pemasaran produk lokal melalui ruang digital.

Selain strategi pemasaran, Bupati Maros menyoroti pentingnya kemampuan membuat foto dan video produk yang menarik.

Menurutnya, pelaku UMKM tidak harus menggunakan kamera profesional dengan harga mahal. Kamera telepon genggam sudah cukup untuk menghasilkan konten promosi berkualitas jika didukung pemahaman mengenai pencahayaan, sudut pengambilan gambar, dan aplikasi digital.

“Sekarang tidak harus menggunakan kamera mahal. Dengan HP pun bisa menghasilkan konten yang bagus, asalkan kita tahu tekniknya,” ujarnya.

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM menghasilkan ide maupun materi konten promosi.

Meski demikian, penggunaan teknologi tetap harus dibarengi dengan kejujuran. Konten yang menarik, menurutnya, tidak boleh memberikan gambaran yang menyesatkan kepada konsumen.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Kabupaten Maros Melonjak dalam Dua Pekan, Damkarmat Pertegas Imbauan Bupati

Bupati Maros menekankan promosi yang baik harus berjalan beriringan dengan kualitas produk. Sebab, satu pengalaman buruk konsumen dapat berdampak terhadap citra produk secara luas, terutama ketika dibagikan melalui media sosial.

“Konten yang bagus harus dibarengi dengan produk yang berkualitas. Jangan sampai karena satu pelaku usaha tidak menjaga kualitas, akhirnya nama produk daerah ikut menjadi buruk,” tegasnya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang diberikan kepada pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kapasitas atau capacity building agar pelaku usaha semakin mandiri dan profesional.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PLUT UMKM, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, para pendamping, konsultan, serta narasumber yang terus memberikan pembinaan kepada UMKM di Kabupaten Maros.

Pelatihan tersebut berlangsung selama 28 hari. Bupati berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan untuk mengembangkan usaha.

Baca Juga: Universitas Almarisah Madani Turun ke Bulukumba, 200 Warga Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Jangan cepat puas. Kalau masih bisa dikembangkan, kita harus terus belajar dan mencoba. Kalau gagal, kita evaluasi, kita perbaiki, kemudian kita coba lagi,” katanya.

Pemkab Maros, lanjutnya, akan terus memberikan kemudahan dan pendampingan bagi pelaku UMKM melalui layanan PLUT UMKM.

Pendampingan tersebut mencakup berbagai kebutuhan usaha, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pengembangan kemasan produk, hingga konsultasi usaha.

Bupati berharap pelaku UMKM di Kabupaten Maros terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran melalui media sosial.

“Kalau UMKM kita tumbuh dan berkembang, insya Allah perekonomian Kabupaten Maros juga akan semakin baik. Yang paling utama, usaha ini dapat memandirikan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan tersebut digelar selama 28 hari melalui kolaborasi Dinas Koperasi UKM Industri dan Perdagangan (Diskopurindag) Maros, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kementerian Ketenagakerjaan RI Makassar, UPTD PLUT UMKM Maros, serta Lembaga Pendidikan El Matra.

Sebanyak 16 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui penguatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM Maros diharapkan semakin mampu bersaing, memperluas pasar, dan membawa produk-produk lokal Maros dikenal lebih luas. ***