POJOKSULSEL, MAROS - Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Wanita Karya (HWK) Kabupaten Maros terus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Salah satu upaya Himpunan Wanita Karya yaitu menggelar pelatihan dan pendampingan peningkatan ekonomi perempuan kepala rumah tangga melalui pengolahan produk kuliner abon khas lokal Kabupaten Maros.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pelatihan UKM Kantor PLUT UMKM Maros, Jalan Gladiol, Turikale, Sabtu (20/6/2026) itu diikuti 50 peserta perempuan yang berasal dari kalangan perempuan kepala rumah tangga dan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Maros.

Ketua Panitia Pelaksana, Agusnawati, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengembangkan usaha produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis kuliner khas daerah.

Menurutnya, produk abon memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan dan dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan UMKM lokal.

Baca Juga: Appi Ungkap Perjalanan Tiga Pilwali dalam Enam Tahun di Hadapan Kader PPP

“Maros memiliki banyak potensi kuliner yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini peserta diberikan keterampilan mengolah abon agar mampu menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tak hanya belajar proses produksi, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan usaha, teknik pengemasan, branding produk, pelabelan hingga strategi pemasaran.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan perempuan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Maros, Andi SamSofyan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APPKB) Maros, serta Kepala UPTD PLUT UMKM Maros, Fahmy.

Dalam sambutannya, Andi SamSofyan menyampaikan apresiasi atas inisiatif HWK Maros yang dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Rektor IAIN Bone Lantik 16 Pejabat Baru, Ini Daftar Lengkapnya

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan dalam pengembangan UMKM, mulai dari manajemen usaha, pemasaran hingga legalitas produk," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa UPTD PLUT UMKM Kabupaten Maros siap mendampingi pelaku UMKM dalam pengembangan desain kemasan, branding produk, serta peningkatan nilai tambah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan abon yang dipandu pengusaha kuliner lokal Kabupaten Maros.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan produksi, standar mutu produk hingga pengelolaan usaha kuliner secara praktis.***